Bogordaily.net – Anggota Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Hj. Sri Kusnaeni, menemukan masalah warga Bogor setelah mengunjungi 10 Kelurahan di Bogor Selatan selama reses yang dilaksanakan pada tanggal 30 Januari sampai 1 Februari 2023.
Sepuluh kelurahan yang dikunjungi meliputi kelurahan Genteng, Cipaku, Mulyaharja, Empang, Bondongan, Rancamaya, Batutulis, Bojongkerta, dan Harjasari.
“Sarana reses ini, kami manfaatkan untuk banyak mendengar keluhan masyarakat. Menyapa masyarakat lebih dekat, sehingga setelah kegiatan ini kami memiliki masukan dan berbagai bahan untuk dikordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” ucap Sri.
Aspirasi yang disampaikan terkait BPJS. Salah satunya ketidak sanggupan warga untuk membayar BPJS hingga memiliki tunggakan menyebabkan warga kesulitan untuk berpindah dari BPJS mandiri ke BPJS PBI.
Baca juga : Tinjau Lokasi Longsor, Sri Kusnaeni Kunjungi Keluarga Korban di Rangga Mekar
“Permasalahan migrasi BPJS ke PBI ini menjadi pekerjaan rumah semua pihak, masyarakat yang memiliki tunggakan tidak bisa migrasi ke BPJS PBI padahal kondisinya masyarakat kurang mampu dan sangat membutuhkan,” tegas Sri.
Di beberapa rapat bersama Dinas kami Komisi IV DPRD Kota Bogor duduk bersama dan terus mencari solusi yang tepat dan tidak memberatkan kedua belah pihak. Semoga koordinasi kedepan lebih konkrit dan solutif untuk kebaikan bersama.
Aspirasi yang tidak kalah penting adalah rehabilitasi ruang kelas SD juga menjadi keluhan warga seperti SDN Cibeureum, SDN Genteng dan MI Nurusysyafaat di Kelurahan Batutulis.
“Tentu hal ini menjadi penting karena pendidikan adalah pondadi dari SDM berkualitas, pendidikan dan kualitas pendidikan ditentukan oleh sarana dan prasaran yang memadai serta proses belajar mengajar yang nyaman,” tutup Angota Komisi IV DPRD Kota Bogor ini.***