Bogordaily.net – Dampak penayangan series Dokumeter Netflix “In The Name of God : a Holy Betrayal” yang tengah melejit di Korea Selatan, membuat netizen Korea ramai memboikot perusahaan distributor album Synnara Record.
Dari salah satu episode yang ditayangkan, terungkap bahwa salah satu sumber keuntungan yang dibuat Kim Kisoon (pemimpin sekte yang dituduh melakukan penggelapan pajak dan korupsi) adalah dari Synnara Distribution. Diketahui, dana yang dibutuhkan perusahaan dipenuhi dari hasil eksploitasi penganut kepercayaan.
Perusahaan distribusi album yang dimaksud adalah Synnara Record. Seorang mantan anggota Aga Dongsan (t/n: kultus yang dijalankan Kim Kisoon) dan mantan karyawan Synnara Records muncul di film dokumenter tersebut dan berkata, “Aku menyapu bersih 10.000 won tanpa hitungan.”
Baca juga : Sutradara “In The Name of God” Sebut Sekte JMS 10 Kali Lebih Buruk dari Dokumenter
Synnara Records sendiri telah terkenal di sekitar fandom idol. Ini karena kepopulerannya diperoleh dengan memberikan kesempatan kepada konsumen yang membeli album melalui jaringan distribusinya untuk melamar acara fansign.
Juga, di masa lalu, rumor tentang ‘menggunakan Synnara Records untuk meningkatkan volume penjualan dengan mudah saat membeli musik online’ telah menyebar. Dengan demikian, kesadarannya juga tinggi.
Ketua Synnara Records saat ini masih Kim Kisoon. Shin, sang CEO, adalah pembantu terdekat Kim Kisoon dan diketahui pernah bertanggung jawab atas akuntansi Aga Dongsan di masa lalu.
Segera setelah episode ini ditayangkan, kemarahan netizen Korea mulai meradang. Banyak yang memutuskan untuk mengajak orang segera memboikot Synnara Record agar tidak lagi terhubung dengan sekte sesat tersebut.***
Copy Editor: Riyaldi
Simak Video Lainnya dan Kunjungi YouTube BogordailyTV