Bogordaily.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor menambahkan anggaran kepada Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD).
Anggaran itu menjadikan Bumi Tegar Beriman menjadi Kabupaten Ramah Anak.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim saat melakukan kunjungan ke kantor pemerintahan KPAD Kabupaten Bogor.
Ia menyebut, penambahan ini sendiri dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023.
“Ini bagian dari support kami di APBD 2023. Ini juga secara anggaran kita support, dari awalnya Rp200 an juta, menjadi Rp700 jutaan,” ungkap Agus Salim setelah melakukan kunjungan, Selasa 4 April 2023.
Baca Juga: Rumah Sakit Bogor Senior Hospital Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya
Harapan DPRD Kabupaten Bogor
Politisi Partai PKS itu berharap, dengan dukungan yang diberikan oleh DPRD Kabupaten Bogor bisa menekan angka kasus kekerasan anak di Bumi Tegar Beriman.
“Semoga anak-anak kita terjaga, makin minim berbagai kasus yang menimpa. Sebab, anak-anak kita generasi mendatang yang merupakan penerus kita semuanya,” kata Politisi Partai PKS itu.
Meski demikian, dengan keterbatasan APBD dan kebutuhan lainnya yang banyak.
Maka, pemberian hibah ke KPAD Kabupaten Bogor ini masih belum maksimal.
“Ada peningkatan signifikan meski itu juga dibilang cukup untuk mengawal dan juga kebutuhan lainnya masih belum (cukup) paling tidak ada peningkatan dulu,” tungkas Agus.
Pemerintah Akan Buat Peraturan Ramah Anak
Agus menegaskan, penambahan itu tidak lain demi meningkatkan kinerja KPAD. Agar mampu menciptakan Kabupaten Bogor menjadi Ramah Anak, di tengah maraknya kasus kekerasan terhadap anak.
Tak hanya melalui penambahan hibah, kata dia, DPRD juga berupaya mencapai Kabupaten Ramah Anak melalui peraturan yang akan didorong dalam waktu dekat ini.
“Peraturan atau regulasi juga didorong dalam waktu dekat ini, kami sudah membentuk Pansus. Pansus untuk Raperda kabupaten Ramah Anak, ini pasti bersinggungan dengan KPAD,” ucap Agus Salim.
Dalam hal ini, pihaknya meminta agar KPAD tidak bekerja seorang diri dalam mencapai tujuan itu. Namun, perlu bersinergi dengan stakeholder lainnya.
“Mereka kami lihat sudah luar biasa, karena luas dan banyaknya permasalahan secara bertahap memang harus bisa diselesaikan bersama-sama dan bangun Sinergi dengan institusi yang lain,” papar dia.***
Mutia Dheza Cantika
