Wednesday, 22 April 2026
HomeKabupaten BogorHIT Bersama Dinkes Kab. Bogor Bebaskan Indonesia dari DBD

HIT Bersama Dinkes Kab. Bogor Bebaskan Indonesia dari DBD

Bogordaily.net – Di tengah cuaca yang tidak menentu, masyarakat diharapkan waspada terhadap bermacam potensi penyakit, terutama demam berdarah dengue (DBD). Karena itu HIT, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melakukan pelatihan, kepada 100 kader jumantik (juru pemantau jentik), dilima kecamatan di Kabupaten Bogor.

Jika tidak ditangani dengan sesuai, DBD dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti perdarahan internal, kerusakan organ, hingga kematian.

Berdasarkan data yang dilansir European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC). Indonesia menempati peringkat nomor 1 di dunia, dalam kasus kematian terbanyak akibat DBD pada 2022.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kasus kematian akibat DBD didominasi anak-anak berusia 0-14 tahun. Oleh karena itu, masyarakat diminta mewaspadai berbagai bahaya dan komplikasi yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti ini.

Sebagai perusahaan penyedia produk perawatan rumah tangga, yang juga salah satunya adalah obat nyamuk, PT Godrej Consumer Products Indonesia melalui HIT berupaya untuk membantu pemerintah Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Bebas DBD.
Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, HIT menginisiasi program Pelatihan Kader Jumantik di 5 (lima) kecamatan di Kabupaten Bogor, meliputi Puskesmas Ciawi, Kantor Desa Tonjong, Kantor Desa Pasir Angin, Puskesmas Ciseeng, serta Puskesmas Rumpin.

Program ini sejalan dengan inisiatif Good and Green. yang diterapkan oleh Godrej secara global. Godrej berusaha agar selalu memberi kebaikan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Pada program ini, ibu-ibu kader Jumantik dilatih untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk, juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas mengenai bahaya dan cara pencegahan DBD dengan 3M Plus, yaitu menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat semua tempat penyimpanan air, memanfaatkan limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), sedangkan PLUS adalah mencegah gigitan dan perkembangan nyamuk. Dalam mencegah gigitan dan perkembangan nyamuk, obat nyamuk mempunyai peran utama dalam hal tersebut.

Selain melakukan tindakan preventif dari munculnya jentik-jentik nyamuk. Masyarakat juga perlu agar membasmi nyamuk Aedes Aegypti, yang menjadi penyebab utama dari penyebaran DBD.

“Sebagai market leader dalam penyedia obat nyamuk di Indonesia, HIT ingin secara aktif berperan untuk melindungi masyarakat dari bahaya DBD melalui produk kami HIT Aerosol,” ujar Erwin Cahaya Adi, Group Category Head Godrej Indonesia.

HIT Aerosol dapat menjadi solusi dalam membunuh nyamuk demam berdarah dengan cepat. Dengan kemasan ekonomis harga Rp 12.000 untuk 30 malam, HIT semakin terjangkau dan mudah didapat di lingkungan sekitar masyarakat.

“Kegiatan pelatihan kader jumantik yang diprakarsai oleh HIT bersama Dinkes Kabupaten Bogor ini, secara langsung telah membantu program pemerintah Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) supaya menekan kasus demam berdarah yang cenderung meningkat, terutama di musim pancaroba. Para kader jumantik yang telah dilatih diharapkan dapat menyebarluaskan informasi terkait pencegahan demam berdarah ini kepada masyarakat secara luas dan secara rutin berkala melakukan pemantauan jentik di warganya, sehingga kasus demam berdarah dapat ditekan,” ujar dr. Intan Widayati, MA, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here