Bogordaily.net – Simak niat dan tata cara salat Gerhana Matahari secara sendirian. Sebagai umat muslim, disarankan melakukan salat sunah saat gerhana.
Bila memungkinkan hendaknya salat sunah tersebut dilakukan dengan berjamaah. Akan tetapi kalau ternyata tidak bisa melaksanakannya dengan berjamaah, dianjurkan juga dikerjakan sendiri di rumah masing-masing.
Pendapat ini dipegang oleh Madzhab Hanafi dan Madzhab Maliki. Syekh Hasan Sulaiman Nuri dan Sayyid Alwi bin Abbas al-Maliki menyebutkan tata cara salat gerhana matahari menurut kedua mazhab tersebut.
Tata Cara Salat Gerhana Matahari
Syekh Hasan Sulaiman Nuri dan Sayyid Alwi bin Abbas al-Maliki dalam Ibanatul Ahkam, Syarah Bulughul Maram menyebutkan sebagai berikut:
وقالت الحنفية صلاة الخسوف ركعتان بركوع واحد كبقية النوافل وتصلى فرادى، لأنه خسف القمر مرارا في عهد الرسول ولم ينقل أنه جمع الناس لها فيتضرع كل وحده، وقالت المالكية: ندب لخسوف القمر ركعتان جهرا بقيام وركوع واحد كالنوافل فرادى في المنازل وتكرر الصلاة حتى ينجلي القمر أو يغيب أو يطلع الفجر وكره إيقاعها في المساجد جماعة وفرادى
Artinya: Kalangan Hanafi mengatakan, salat gerhana bulan itu berjumlah dua rakaat dengan satu rukuk pada setiap rakaatnya sebagai salat sunah lain pada lazimnya, dan dikerjakan secara sendiri-sendiri.
Baca juga : Lokasi dan Waktu Gerhana Matahari Hibrida, Kamis 20 April 2023
Pasalnya, gerhana bulan terjadi berkali-kali di masa Rasulullah SAW tetapi tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasul mengumpulkan orang banyak, tetapi beribadah sendiri.
Kalangan Maliki menganjurkan salat sunah dua rakaat karena fenomena gerhana bulan dengan bacaan jahar (lantang) dengan sekali rukuk pada setiap kali rakaat seperti shalat sunah pada lazimnya, dikerjakan sendiri-sendiri di rumah.
Salat itu dilakukan secara berulang-ulang sampai gerhana bulan selesai, lenyap, atau terbit fajar. Kalangan Maliki menyatakan makruh salat gerhana bulan di masjid baik berjamaah maupun secara sendiri-sendiri.
Lihat: Syekh Hasan Sulaiman Nuri dan Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Maram, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz I, halaman: 114).
Hukum Salat Gerhana Matahari dan Tata Caranya
Niat salat gerhana matahari:
أُصَلِّي سُنَّةَ الكُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal kusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Saya salat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah SWT.
Cara Salat Sunah Gerhana
Adapun secara teknis, salat sunah gerhana matahari sendirian adalah sebagai berikut:
1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram
2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati
3. Baca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Qur’an dengan sir (perlahan)
4. Rukuk
5. Itidal
6. Baca ta‘awudz dan surat Al-Fatihah. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Qur’an dengan sir (perlahan)
7. Rukuk
8. Itidal
9. Sujud pertama
10. Duduk di antara dua sujud
11. Sujud kedua
12. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
13. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Durasi pengerjaan rakaat kedua lebih pendek daripada pengerjaan rakaat pertama.
14. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tasyahud untuk membaca tasyahud akhir
15. Salam
16. Istighfar dan doa
Demikian cara salat Gerhana Matahari sendirian jika tidak bisa sunah gerhana secara berjamaah.***
Copy Editor: Riyaldi
Simak Video Lainnya dan Kujungi YouTube BogordailyTV