Bogordaily.net – Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim berharap inovasi ATM Bank Sampah yang diinisiasi Yayasan Rumah Kedua dan Mountrash dibantu World Wide Fund for Nature (WWF) mampu menjadi solusi lain permasalahan sampah di Kota Bogor.
“Ini sebuah harapan baru setelah Kota Bogor meraih Adipura. Kota Bogor juga mencanangkan diri sebagai Smart City plastic. Kita kelola plastik lebih bijak lagi. Terbukti hari ini kita launching ATM Sampah dari Mountrash dan juga yayasan Rumah Kedua, dibantu WWF,” jelas Dedie, Kamis 4 Mei 2023.
Sehingga, dengan terobosan ini, kesadaran publik tentang sampah khususnya plastik bisa terus tumbuh.
Baca Juga: Wisata Sejarah di Bogor: Makam Keluarga Van Motman Orang Terkaya di Bogor yang Mirip Istana
Bahkan, di ATM Sampah ini, warga bisa mendapat reward berupa uang tunai dari total akumulasi sampah yang terkumpul.
“Ada aplikasi yang harus di download, setelah itu scan barcode. Nanti barcode itu menunjukan identitas kita. Nanti ketika dimasukan botolnya ada reward berupa uang sebesar Rp 50 yang diakumulasi menjadi saldo,” terangnya.
Mesin ATM Bank sampah ini juga membantu proses daur ulang sampah sehingga menjadi lebih bermanfaat.
Di sisi lain, sambung Dedie, Kota Bogor juga sudah memiliki hampir 300 bank sampah dan Basiba yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup.
“Ini berjalan cukup lama, sekitar 3-4 tahun terakhir. Juga jadi bukti serius bagi pemkot mengelola sampah plastik. Sehingga turut mengurangi pengurangan pembuangan sampah Kota Bogor ke Galuga sana. Jadi memang program ini harus digencarkan,” tambahnya.
Cara Menggunakan ATM Bank Sampah
Di tempat yang sama, Direktur PT Mountrash Indonesia, Dewi Puspasari mengatakan, untuk mengoperasikan mesin ATM ini.
Warga hanya tinggal mengunduh aplikasi Mountrash di gawai mereka. Ada empat jenis sampah yang bisa dimasukkan ke ATM.
“Pertama scan, lalu masukan botol, nanti pada saat botol masuk ke mesin otomatis nanti uang masuk ke aplikasi Rp 50. Uang nanti bisa dipakai token listrik, air, kemudian beli pulsa atau transfer bank,” ungkapnya.
Di Bogor sendiri, sambung Sari panggilannya, saat ini kurang lebih ada 42 mesin ATM Sampah.
Mesin-mesin itu tersebar di instansi pendidikan hingga perhotelan dan diakui Sari akan terus bertambah di wilayah Kota Bogor.***
Ibnu Galansa