Saturday, 13 April 2024
HomeTravellingPLTA Kracak Leuwiliang, Pembangkit Listrik Peninggalan Belanda

PLTA Kracak Leuwiliang, Pembangkit Listrik Peninggalan Belanda

Bogordaily.net–  Bogor menyimpan banyak tempat peninggalan Belanda, salah satunya di . termasuk salah satu sub unit pembangkit dari Saguling Power Generation and O&M Services Unit (POMU).

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kracak sudah ada sejak zaman Belanda dan berlokasi di Desa Kracak, Kecamatan , Kabupaten Bogor.

Tempat ini dibangun sejak 1918 dan mulai beroperasi sejak 1926  atau sudah berdiri selama sekitar 87 tahun.

Sebagaimana video yang diunggah oleh Johnny Pinot di akun Instagram @pinotjohnny, Selasa, 30 Mei 2023.

Baca Juga: Sosok Saleh Danasasmita, Pemerhati Sejarah Sunda dan Bogor

“PLTA Karacak dan waduk sumber penggerak turbin airnya mulai dibangun Belanda tahun 1918 dan mulai digunakan 1926,” tulis keterangan Johnny Pinot video yang diunggahnya di Instagram @pinotjohnny.

Pria yang disapa Om Johnny ini memperlihatkan kondisi . Lokasi pabrik berada di bawah, sehingga harus naik turun menggunakan lori untuk tiba di sana.

Tampak pula pembangkit listrik tenaga air ini masih aktif dan kondisinya sama seperti dulu.

Lihat Video: PLTA Kracak Leuwiliang

“PLTA Karacak masih aktif sampai sekarang. Padahal mesin mesin pembangkit listriknya masih sama dengan yang dahulu,” tulisnya lagi.

Selain itu terdapat 3 set turbin dan generator yang menghasilkan listrik 60 juta Kwh per tahunnya. Sumber air untuk menggerakkan turbin berasal dari Sungai Cianten dan Cikuluwung.

“Ditampung di Kolam tando harian, tapi lebih dikenal dengan sebutan Waduk Gunung Bubut,” jelas Om Johnny.

Dari waduk, air kemudian dialirkan ke PLTA melalui 2 pipa besar sejauh 1 kilometeran dengan gaya gravitasi.

Meski usianya sudah tua, tetapi pembangkit listrik masih beroperasi dengan baik dan memasok energi listrik ke rumah warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here