Bogordaily.net – PKRS RS Azra Bogor mengedukasi kepada masyarakat tentang cegah stunting dengan Protein Hewani di Posyandu Mawar Merah RW 02, Kelurahan Bantar Jati, Kota Bogor, Selasa 6 Juni 2023.
Edukasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian RS Azra Bogor terhadap warga sekitar, sesuai dengan program pemerintah saat ini yaitu cegah stunting.
Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.
Baca juga : RS AZRA Berikan Edukasi tentang Rumah Sehat di Posbindu RW 13 Tegal Gundil
Ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Dinda Annisa Fitri, S.Gz (Ahli Gizi RS AZRA). Mulai dari pengertian protein, jenis-jenis protein, macam-macam protein hewani.
Kemudian pentingnya mengonsumsi protein, akibat kekurangan protein, rekomendasi sehari untuk ibu hamil dan menyusui, dan rekomendasi Anak Usia Dibawah Dua Tahun (Baduta).
Apa it Stunting?
Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan yang terjadi pada anak-anak akibat kekurangan gizi kronis yang berkepanjangan, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan sejak pembuahan hingga usia 2 tahun.
Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan fisik yang terhambat, sehingga anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata usia sebanding.
Stunting terjadi ketika anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal.
Baca juga : RS Azra Bogor Edukasi, Kupas Tuntas Tips Sehat Sepanjang Usia
Faktor utama yang berperan dalam stunting adalah gizi buruk dan kurangnya asupan makanan yang bergizi, khususnya protein, energi, zat besi, vitamin A, dan yodium.
Selain itu, faktor-faktor seperti infeksi berulang, sanitasi yang buruk, air bersih yang tidak tersedia, dan praktik pemberian makan yang tidak tepat juga dapat berkontribusi pada terjadinya stunting.
Dampak stunting pada anak sangat serius. Selain memiliki tinggi badan yang lebih pendek, anak yang mengalami stunting juga rentan terhadap masalah kesehatan lainnya, seperti kelemahan sistem kekebalan tubuh, gangguan kognitif, penurunan produktivitas di kemudian hari, serta risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.
Stunting juga dapat mempengaruhi perkembangan mental, kognitif, dan sosial anak, serta berdampak negatif pada kesempatan pendidikan dan masa depan mereka.***