Bogordaily.net– Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-76. Kali ini dengan tema ‘Koperasi Sebagai Pilar Kekuatan Ekonomi di Era Ekonomi Digital’.
Acara digelar di halaman Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UKM) Kabupaten Bogor di Jalan KSR Dadi Kusmayadi, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dalam gelarannya, Harkopnas ke-76 berlangsung selama tiga hari, mulai dari Rabu 12 hingga Jumat 14 Juli 2023.
Event ini juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dijajaran Pemerintah Kabupaten Bogor. Di antaranya Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat. Ada pula Ketua Dekopinda Kabupaten Bogor, Pepy Januar Pelita hingga perwakilan dari Kementerian Koperasi.
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan semangat Hari Koperasi ke-76 bukan hanya sekedar seremonial belaka, tetapi harus mewujudkan esensinya yakni mengembangkan eksistensi koperasi di wilayah Kabupaten Bogor.
“Saya mengapresiasi ketua Dekopinda Kabupaten Bogor yang selalu menjalin komunikasi dengan kami, saya perintahkan jajaran perangkat daerah dan para camat untuk ditindaklanjuti,” ujar Iwan Setiawan dalam sambutannya, Rabu, 12 Juli 2023.
Selain itu, Iwan juga meminta untuk perangkat daerah dan jajaran camat bisa berkaitan dengan kegiatan koperasi yang ada di Kabupaten Bogor. Â Agar koperasi bisa lebih baik, lebih maju, dan lebih berkembang.
Iwan Setiawan mengungkapkan, untuk bisa memajukan koperasi diperlukan banyak pihak yang mendukungnya.
Memajukan koperasi kata Iwan dibutuhkan landasan hukum yang kuat sebagai pegangan bagi semua pihak. Baik pemerintah, masyarakat, aparat penegak hukum, dan pihak-pihak lainnya.
“Saat ini Kementerian Koperasi dan UKM tengah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) perokoperasian sebagai pengganti Undang-Undang nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian” jelasnya.
Kegiatan Harkopnas ke-76
Dalam gelarannya, Harkopnas ke-76 ini di dalamnya terdapat berbagai macam kegiatan. Di antaranya, hari pertama ada pertunjukan Tari Jaipong dari Sanggar Dahayu, lalu fashion show dari Batik Kemang Show. Ada pula pemotongan tumpeng, musik yang ditampilkan oleh Limiter Band, seminar perkoperasian, bazar UMKM dan donor darah.
Kemudian pada hari kedua ada podcast perkoperasian, temu kemitraan, cerdas cermat, musik yang ditampilkan oleh Limiter Band, bazar UMKM dan donor darah.
Lalu di hari ketiga terdapat jalan sehat, senam dengan instruktur Hera Kartika, pembagian hadiah, bazar, pembacaan surat Al-Kahfi, periksa mata dan pembagian 30 kacamata gratis.
Pada hari pertama, Harkopnas ke-76 ini dimulai dari pukul 07.30 hingga 15.00 WIB. Di hari kedua dimulai dari pukul 08.00 sampai 15.00 WIB dan hari ketiga dari pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.
Setiap harinya pada Harkopnas ke-76 ini terdapat kurang lebihnya 40 bazar UMKM yang ada di Kabupaten Bogor.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat mengatakan para tokoh penggerak koperasi yang tergabung dalam dewan koperasi indonesia (Dekopimda) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan dinas.
“Kita menyelenggarakan kegiatan yang diawali dengan sambutan menteri koperasi dibacakan oleh Plt. Kegiatan ini ada bazarnya, ada donor darah, ada seminar, ada cerdas cermat tentang pengkoperasian juga nanti ada gerak jalan dan senam sehat yg akan dilaksanakan 12,13,14,” ujar Asep.
Jumlah Koperasi Terdaftar
Dalam Harkopnas ke-76 ini, menurutnya di Kabupaten Bogor ada 1.770 koperasi yang terdaftar. Bahkan, kata Asep adanya koperasi ini karena euforia dari para pelaku, yang mulanya hanya kesenangan saja.
“Saat melaksanakan tahapan menggerakan koperasi ini kan harus penuh tanggung jawab, penuh kedisiplinan, kesabaran, mereka akhirnya vakum,” jelasnya.
Kemudian untuk pembinaan dalam koperasi ini harus lebih aktif lagi.
Pada Harkopnas ke-76 ini, diharapkan para UKM bisa bangkit dan berkoperasi dengan baik, guna mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.
Sementara itu Ketua Dekopinda Kabupaten Bogor, Pepy Januar Pelita  menambahkan, pada peringatan hari koperasi ini diharap bisa menjunjung tinggi nilai filosofis berkoperasi.
“Salah satunya adalah kerjasama, harmonisasi dalam kerja sama salah satu prinsip dalam koperasi yang merujuk pada kebersamaan, kegotong-royongan,” ujar Pepy.
Selain itu, untuk ke depannya ia ingin para pelaku UMKM bisa bersinergi dengan perkoperasian.
“Koperasi yang hebat adalah koperasi yang konsisten membina mendampingi UMKM, dan UMKM yang hebat adalah UMKM yang berkoperasi,” imbuhnya.***
