Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan segera memperbaiki jalan jalur Pancawati sepanjang 835 meter. Dengan sumber dana dari APBD senilai Rp2,8 miliar, lebar jalan ke kawasan wisata ini akan memiliki lebar 6 meter.
Perbaikan jalan yang akan segera dilakukan oleh pihak ketiga ini pun disambut positif warga. Sebab, warga memimpikan sejak lama jalur ke Pancawati bisa mulus.
Salah satu bentuk dukungan warga dengan cara membongkar sendiri bangunan-bangunan miliknya yang berada di bahu jalan.
Bangunan-bangunan yang dibongkar di antaranya warung, pagar bangunan, bengkel, warung tenda, kios, sebagian bangunan Capung Resort Santamonika.
Kegiatan pembongkaran 30 unit bangunan secara swadaya ini pun turut didukung dan disaksikan Kepala Desa Pancawati H. Iqbal Jayadi, Penasehat Himpunan Pengusaha Pariwisata Pancawati dan Sekitarnya (HP3S) Maman Madom, Camat Caringin Endi Rismawan, Babinmas dan Babinsa, Ketua BPD, serta tokoh masyarakat Pancawati.
Aip, salah seorang pemilik bengkel dan tambal ban, mengaku pembongkaran bangunan tersebut adalah atas dasar keinginan dan kesepakatan warga yang memiliki bangunan di atas bahu jalan.
“Pembongkaran ini atas dasar keinginan kami karena kami sadar bangunan kami berada di bahu jalan. Saat ada sosialisasi dari pihak desa, kami langsung siap-siap untuk membongkarnya,” ujarnya.
Aip menambahkan, pembongkaran tersebut sebagai wujud dukungan kepada pemerintah, karena selama ini impian warga untuk memiliki jalan yang bagus diwujudkan Pemkab Bogor.
Kades Pancawati H. Iqbal Jayadi, menegaskan pula pembongkaran bangunan di atas bahu jalan adalah kesadaran masyarakat.
“Di saat ada rencana peningkatan jalan ini oleh pemerintah, kami lakukan sosialisasi. Nah di situlah para pemilik bangunan legowo membongkar sendiri sebagai wujud dukungan kepada pemerintah. Jadi bukan kami yang membongkar, melakukan mereka sendiri,” ungkapnya.
Maman Madom selaku Penasehat HP3S menambahkan, kebersamaan dan tingginya kesadaran masyarakat ini bentuk kekompakan antara masyarakat, pengusaha dan pemerintah.
“Semua dibentuk seperti ini atas bimbingan kepala desa. Makanya, terus meningkat kesadaran masyarakat. Contohnya, ketika ada pembangunan semua mendukung dan turun langsung dengan kesadaran sendiri masyarakat membongkar bangunannya,” katanya.
(Acep Mulyana)
