Wednesday, 24 July 2024
HomeOpiniKelompok 22 Mahasiswa KKM IUQI Bogor Visit dan Studi Tour ke KBRI...

Kelompok 22 Mahasiswa KKM IUQI Bogor Visit dan Studi Tour ke KBRI Kuala Lumpur dan Yayasan Restu Selangor Malaysia

Kelompok 22 Menosea Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor mengadakan kunjungan dan studi tour yang inspiratif ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan Yayasan Restu Selangor di Malaysia.

Dalam kunjungannya, kelompok ini mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan Prof. Muhammad Firdaus, Ph.D. dari Embassy of the Republic of Indonesia di KBRI Kuala Lumpur.

Pertemuan tersebut merupakan momen berharga bagi kelompok ini dalam memperoleh wawasan tentang kerjasama antara perguruan tinggi dan perwakilan negara di luar negeri.

Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh Mutawarudin kepada Prof. Muhammad Firdaus adalah terkait bagaimana cara agar kolaborasi KKM Internasional IUQI Bogor, dapat dilakukan secara terarah tanpa melanggar aturan yang berlaku.

Dalam jawabannya, Prof. Muhammad Firdaus menyarankan agar mahasiswa mencari partner perguruan tinggi setempat untuk melibatkan diri dalam kegiatan luas seperti, pengajaran di sanggar bimbingan atau pondok pesantren yang membutuhkan perhatian pendidikan dari mahasiswa atau pendidik asal Indonesia.

Dia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur sebagai upaya untuk memberikan arahan dan bantuan.

Ustadzah Munawarah binti Mohamed Khamil juga mengajukan pertanyaan terkait situasi orang yang bukan warga negara Malaysia namun belum memiliki dokumen resmi.

Prof. Muhammad Firdaus menjelaskan bahwa tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk tinggal tanpa dokumen yang sah.

Ia menyarankan agar individu tersebut segera mengurus pengadaan dokumen kepada pihak berwenang, karena jika tidak diurus, maka mereka tidak akan diakui oleh pemerintah setempat dan bahkan sulit untuk kembali ke negara asalnya.

Selama studi tour di Yayasan Restu Selangor, Ustadz Ali Sholeh sebagai Tour Guide menyampaikan tujuan utama dari kunjungan ini adalah memperkenalkan sejarah dan peradaban Rihlah Nabawiyyah dengan menggunakan teknologi digital dan pameran 3D.

Mereka ingin memberikan inspirasi kepada masyarakat dan para pelajar tentang pentingnya semangat dalam beragama serta memperkenalkan teladan-teladan baik dalam Islam.

Menurut Ustadz Ali Sholeh, Rihlah Nabawiyyah bukan hanya tentang sejarah semata, tetapi juga melibatkan aspek peradaban.

Kunjungan kelompok ini menjadi kesempatan langka bagi mahasiswa IUQI Bogor untuk mendapatkan pengetahuan baru serta merasakan pengalaman tak terlupakan bersama KBRI Kuala Lumpur dan Yayasan Restu Selangor Malaysia.

Ditulis oleh: Mutawarudin, Prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI) IUQI Bogor Semester 6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here