Bogordaily.net– Sejak Januari 2023, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor sudah mengevakuasi sebanyak 200 orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dari jalanan di Kota Hujan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan, sebagian besar ODGJ kini sudah dikembalikan ke keluarganya masing-masing.
Dody menyebut, gelandangan, pengemis dan ODGJ dievakuasi hasil patroli bersama Tim Tangkas dan laporan masyarakat
“Kalau ditotal, sejak Januari-Juni ada 200 orang kita evakuasi di Kota Bogor. Dari 200 orang dievakuasi, sebanyak 159 orang merupakan ODGJ, sisanya gelandangan dan semacamnya,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, gelandangan, pengemis dan ODGJ dievakuasi hasil patroli bersama Tim Tangkas dan laporan masyarakat.
Setiap orang yang dievakuasi, kemudian diasesmen dan dibawa ke panti rehabilitasi atau Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk direhabilitasi dan diobati.
Ia menerangkan, sekitar 70 persen ODGJ dievakuasi dari jalanan di Kota Bogor. Sedangkan 30 persen lainnya hasil aduan masyarakat.
“Setelah asessmen di lapangan, kita asesmen ulang di kantor. Kita koordinasi dengan Disdukcapil untuk cek identitas, baru setelah itu kita bawa ke panti rehabilitasi atau rumah sakit,” tambahnya.
Dari total 159 ODGJ yang dievakuasi di Kota Bogor, sebagian besarnya merupakan warga luar Kota Bogor.
Dengan rincian, tanpa identitas 59 orang, asal Kabupaten Bogor 28 orang, dan asal luar Bogor sebanyak 36 orang.
Dody mengatakan, 60 persen dari total 159 ODGJ yang dievakuasi telah dikembalikan ke keluarga dalam kondisi kesembuhan 90 persen.
“Sementara sisanya dikembalikan ke Dinsos asal mereka dan sebagian masih dalam proses penyembuhan,” tutup Dody.(Muhammad Irfan Ramadan)