Friday, 12 July 2024
HomeKabupaten BogorAngka Stunting di Desa Ciderum Turun Berkat Darling

Angka Stunting di Desa Ciderum Turun Berkat Darling

Bogordaily.net Angka anak di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, turun dari semula 100 anak menjadi 30 anak. Angka menurun salah satunya setelah diintervensi melalui inovasi Darling atau Dapur Keliling Cegah .

Nutrisionis atau ahli gizi dari Puskesmas Ciderum, Anita Safitri, mengemukakan, semula se-Desa Ciderum dilaporkan terdapat 100 anak usia 1-5 tahun yang mengalami berdasarkan laporan para kader hasil penimbangan di Posyandu-posyandu.

“Awalnya 100 yang dilaporkan. Namun setelah kami validasi, banyak terjadi kesalahan, di antaranya faktor alat timbang yang tidak standar, cara penimbangan, atau dari pengetahuan cara membaca yang mempengaruhi nilai gizi. Jadi lebih ke human error. Hasil validasi angkanya turun sekarang jadi 30 anak,” paparnya.

Anita menjelaskan, kondisi kesehatan dan tumbuh kembang ke 30 anak tersebut saat ini tergolong normal dan melaksanakan aktivitas seperti umumnya anak-anak lainnya.

“Hanya saja ketika diukur tinggi badannya, mereka tergolong pendek dan sangat pendek. Sebagian anak punya penyakit penyerta seperti kelainan jantung dan down sindrom. Sedangkan kondisi keluarganya terkategori prasejahtera,” ungkapnya.

Untuk mengintervensi persoalan ini, kata Anita, Puskesmas Ciderum bekerjasama dengan para kader terus melakukan pantauan, layanan konsultasi, serta pemberian makanan tambahan (PMT).

“Kami juga punya inovasi Darling, dapur keliling cegah . Kami rutin sebulan sekali keliling ke Posyandu-posyandu yang banyak stuntingnya untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu agar memasak dan menyediakan makanan yang bergizi seimbang, terutama mengandung protein. Anggaranya dari patungan pegawai Puskesmas,” beber dia.

Anita pun mengungkapkan bahwa tingkat kesadaran warga akan pencegahan dengan penyediaan makanan bergizi seimbang mulai tumbuh lebih baik. “Hasil edukasi alhamdulillah. Sebab hasil analisa kami, selama ini masih banyak ibu yang cukup hanya memberikan nasi dan kuah sayur terhadap anaknya. Padahal kandungan protein itu sangat penting untuk pencegahan ,” imbuhnya.

Apa Itu ?

adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak.

Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Banyak yang tidak menyadari bahwa tinggi pendeknya anak bisa menjadi tanda adanya masalah gizi kronis.

Perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu mengalami stunting. Namun anak yang mengidap stunting pasti berperawakan pendek. Anak dengan asupan gizi terbatas sejak kecil dan telah berlangsung lama berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat.

Menurut WHO, suatu negara dikatakan memiliki masalah stunting bila kasusnya mencapai angka di atas 20%. Sementara, di Indonesia, berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2021, kasus balita stunting di Indonesia sebanyak 24,4% sehingga termasuk dalam masalah yang perlu ditangani.***

(Acep Mulyana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here