Saturday, 5 April 2025
HomeKota BogorPembangunan Skybridge Stasiun Bogor-Paledang Capai 72 Persen

Pembangunan Skybridge Stasiun Bogor-Paledang Capai 72 Persen

Bogordaily.net– Pembangunan antara Stasiun Bogor-Paledang masih berlangsung. Sudah sejauh mana proses pembangunan jembatan penghubung Stasiun Bogor-Paledang tersebut?

Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung Wilayah Bogor-Sukabumi melaporkan progres pembangunan Stasiun Bogor-Paledang kepada Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di Balai Kota Bogor.

Progres terakhir, pembangunan jembatan untuk pejalan kaki tersebut sudah mencapai 72 persen. Rencananya awal tahun sudah mulai bisa dimanfaatkan.

Dedie Rachim sampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Paling utama, bahwa akan menimbulkan bangkitan ekonomi masyarakat.

“Salah satunya kami ingin nanti bisa dikoneksikan dengan salah satu plaza, yang nantinya akan dijadikan tempat penampungan UMKM. Sehingga kalau bisa nanti di situ difungsikan sebagai pusat oleh-oleh Bogor, maka terjadilah bangkitan ekonomi penumpang kereta api akan belanja di salah satu plaza yang ada di Bogor,” ujar Dedie.

Menurut Dedie, ada beberapa hal yang butuh penyelesaian akhir. Seperti akses masuk dan keluar dari yang masuk ke areal Alun-Alun Kota Bogor.

Termasuk di dalamnya pengaturan apakah bisa masyarakat naik turun, atau hanya khusus penumpang kereta.

“Kemudian ketiga, kami juga membahas rencana ke depan, terutama permasalahan jalan yang kami likuidasi. Jalan sekolah, yang tadinya jalannya perlintasan kereta, sekarang kan sudah ditutup perlintasan sebidangnya. Maka ada sisi jalan sekolah di sisi barat dan timur,” jelasnya.

Utamakan Keamanan dan Kenyamanan

Dedie juga menegaskan, pembangunan ini tidak merugikan masyarakat. Ke depan, tak menutup kemungkinan pula ada skema MoU untuk permasalahan pedagang sekitar dan perlu pembahasan lebih lanjut.

Timbul pula opsi lain untuk langkah antisipatif masalah kriminal. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin memberikan jaminan kepada masyarakat pengguna dengan rasa aman dari copet misalnya.

“Kan tadi sudah dibahas mana saja yang jadi area tanggung jawab Pemkot, mana saja yang jadi area tanggung jawab dari PT KAI. Kita ingin nanti pengelolaannya, kemudian juga mungkin harus ditambah dengan IT dan CCTV dan sebagainya,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat pengguna kereta api semakin aman, nyaman dan mudah mengakses.(Muhammad Irfan Ramadan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here