Sunday, 14 July 2024
HomeBeritaGoogle Doodle Tampilkan Pinisi Hari Ini 7 Desember 2023

Google Doodle Tampilkan Pinisi Hari Ini 7 Desember 2023

Bogordaily.net –  hari ini Kamis, 7 Desember 2023 menampilkan . Berikut penjelasan tentang kapal yang berasal dari Sulawesi Selatan dan menjadi hari ini.

Kapal sudah ada sejak 1500-an di Indonesia dan sering digunakan oleh pelaut Konjo, Bugis, dan Mandar asal Sulawesi Selatan untuk mengangkut barang.

Dulu kapal ini digunakan untuk perdagangan. Kini banyak kapal yang digunakan sebagai daya tarik wisata.

Melansir laman Kemenparekraf, ciri khas tersebut bisa dilihat dari penggunaan 7-8 layar, serta 2 tiang utama pada bagian di depan dan belakang kapal.

Tak hanya itu kapal tradisional ini juga terbuat dari kayu. Terdaapat empat jenis kayu yang biasanya digunakan untuk membuat kapal . Yaitu kayu besi, kayu bitti, kayu kandole atau punaga dan kayu jati.

Pembuatan kapal di Indonesia berada di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tepatnya di tiga desa yakni Desa Tana Beru, Bira, dan Batu Licin.

Proses Pembuatan Kapal

Proses pembuatan masih dilakukan dengan cara tradisional dan tidak bisa dilakukan sembarangan.

Terbagi dalam tiga tahap dalam membuat pinisi. Tahap pertama dimulai dari penentuan hari baik untuk mencari kayu untuk membuat kapal pinisi.

Hari baik ini biasanya mencari kayu yang jatuh pada hari ke-5 atau ke-7 pada bulan pembuatan kapal.

Pemilihan juga melambangkan rezeki yang ada di tangan, dan selalu mendapat rezeki.

Selanjutnya tahap kedua pembuatan kapal pinisi masuk ke proses menebang, mengeringkan, dan memotong kayu.

Kemudian kayu-kayu tersebut dirakit menjadi setiap bagian kapal pinisi. Dan pada tahap inilah memakan waktu lama. Bisa sampai berbulan-bulan.

Terakhir pada tahap ketiga yakni proses peluncuran kapal pinisi ke laut. Sebelum diluncurkan, diadakan upacara maccera lopi atau menyucikan kapal pinisi.

Ditandai dengan kegiatan menyembelih sapi atau kambing. Dengan perhitungan, jika bobot kapal kurang dari 100 ton, maka yang disembelih adalah kambing, sedangkan kalau di atas 100 ton berarti sembelih sapi.

Hal inilah yang melambangkan nilai filosofi dari pinisi yakni nilai untuk bekerja keras, kerja sama, keindahan, hingga menghargai alam. Sehingga kapal pinisi masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO (2017).***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here