Thursday, 3 April 2025
HomeKota BogorKisah Romantis Fitria Wulandari dan Rahmat Agil alias Alung Sebelum Dibunuh

Kisah Romantis Fitria Wulandari dan Rahmat Agil alias Alung Sebelum Dibunuh

Bogordaily.net ternyata mempunyai kisah romantis bersama kekasihnya RA alias Alung alias , sebelum dibunuh dan jasadnya ditemukan di ruko kosong di Jalan Semeru Bogor.

Anak perempuan satu satunya Iwan tersebut ternyata memiliki hati yang lembut. Dan juga penuh perhatian.

Sempat Jenguk saat Ditahan

Bagaimana tidak, ternyata pernah menjenguk dan membawakan makanan kepada Alung saat ia ditahan di Polsek Bogor Barat selama 28 hari.

Fitria ditemani teman sebayanya saat menjenguk Alung di penjara, yaitu SAP yang merupakan rekan sejalan saat berseragam putih abu-abu di SMK Taruna Terpadu 1.

SAP menceritakan, Fitria bersama dirinya menjenguk Alung, meski terjerat kasus hukum penganiayaan kepada RJ.

Meski begitu, kata SAP, temannya tersebut sangat tulus menjenguk dan membawakan Alung makanan untuk disantap di dalam sel.

“Bahkan saya pernah jengukin,” kata SAP teman dari , kepada Bogordaily.net

Namun seketika semua kisah romantis tersebut berubah menjadi pembunuhan. Karena Alung dengan tega membunuh kekasihnya tersebut.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari tersangka, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo menerangkan, Fitria dibunuh dengan cara dibekap.

Kombes Bismo menjelaskan, pelaku membekap wajah korban selama 5 menit, menyebabkan korban kehabisan nafas dan meninggal dunia.

Setelah itu, pelaku bersama temannya membawa korban dengan rencana awal ke rumah orang tua korban. Namun, ketika sampai di Gang rumah korban pelaku mengurungkan niatnya.

“Pelaku membawa korban ke ruko tempatnya bekerja dan meletakkannya di atas meja,” jelas.

Pada Jum’at pukul 14.00 WIB korban mengeluarkan darah dan busa, pelaku mengelap menggunakan kaos kaki di tas korban.

Lanjut pada Sabtu pagi hari, pelaku datang ke ruko melihat kondisi korban. Pada pukul 12.00 WIB, ayah korban datang ke ruko Braja Mustika diminta tolong pelaku karena pelaku dengan ayah korban bekerja di lokasi yang sama sebagai tukang parkir.

“Ayah korban sempat menanyakan korban sedang berada dimana, kemudian pelaku menjawab korban sedang berada di temannya,” terangnya.

Pada Sabtu pukul 21.00 WIB, pelaku bilang ke orangtua korban bahwa korban meninggal duni akibat kecelakaan.

Kemudian pada Minggu pukul 06.00 WIB pelaku akhirnya mengakui perbuatannya dalam pembunuhan tersebut.***

(Muhammad Irfan Ramadan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here