Wednesday, 19 June 2024
HomeEkonomiPasar Milenial dan Kelestarian Lingkungan Jadi Trend Properti 2024

Pasar Milenial dan Kelestarian Lingkungan Jadi Trend Properti 2024

Bogordaily.net Pasar properti pada tahun 2024 diprediksi akan semakin meningkat, terutama di segmen pasar . Pada 2024, tipe properti berkonsep kelestarian lingkungan juga bakal menjadi pilihan utama .

Demikian hal tersebut mengemuka dalam kegiatan talkshow and Tree Planting 2023 yang berlangsung di Hutan Organik, Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu 13 Desember 2023.

Dalam acara yang mengangkat tema “Menggenjot Pasar dan Kelestarian Lingkungan” ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPP Realestat Indonesia (REI), Ikang Fawzi; Melani Megawati, Senior Vice President Consumer Loan PT Bank Central Asia (BCA) Tbk; Wakil Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Muhammad Solikin, dan Stellar Property, M Gali Ade Nofran.

Melani Megawati menjelaskan, data KPR BCA dalam tiga tahun terakhir 55.1 persen debitur yang melakukan pencairan KPR BCA adalah dari mereka para . Sedangkan gen X mencapai 36,3 persen dan lainnya 8,6 persen.

Dari riset BCA ini diketahui juga bahwa para melihat properti sebagai instrument investasi yang paling diminati, setelah tabungan dan deposito.

“Dari riset kami, para ingin sudah memiliki properti sebelum mereka menikah, sementara jenis properti yang paling diinginkan adalah rumah baru dan range harga Rp500 juta sampai Rp1 miliar,” ungkapnya.

Melani menyebutkan, fasilitas KPR BCA bagi gen 78 persen merupakan fasilitas KPR pertama. Sebanyak 82 persen gen melakukan KPR pembelian, sementara 50 persen gen memilih tenor kredit di atas 10 tahun.

Properti Pilihan

Lantas, properti seperti apa yang dipilih gen milenial di KPR BCA? Melani menuturkan bahwa 85 persen gen milenial memilih properti berupa rumah tinggal, 31 persen gen milenial memilih properti dengan harga Rp500 juta sampai Rp1 M, dan 52% gen milenial mendapatkan properti dari Developer/Broker.

Melani menambahkan, KPR BCA juga memberikan kemudahan kepada para milenial yang bekerja di sektor informal.

“BCA sudah memberikan KPR kepada milenial yang usahanya di sektor informal, seperti youtuber, influencer, medsos, travel, open trip, dan sektor informal lainnya,” ujar Melani.

BCA juga memberikan beragam fasilitas bagi para milenial yang akrab dengan dunia digital agar lebih mudah memilih KPR melalui rumahsaya.bca.id.

“Untuk milenial banyak pilihan, ada angsuran terencana BCA, plafon lebih besar atau angsuran lebih kecil bunga fix 5 tahun,” ujarnya.

Potensi Pasar Milenial

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Ikang Fawzi mengatakan, potensi pasar milenial di Indonesia sangat besar.

Dari 270 juta jiwa masyarakat Indonesia, sekitar 25% atau 48 juta jiwa merupakan generasi milenial berusia di antara 27-39 tahun dengan penghasilan Rp8,5 juta per bulan. Yang mana 15 juta jiwa di antaranya berada di Jabodetabek.

Pasar milenial ini ada yang fresh graduate sampai yang sudah mature. Mereka punya penghasilan yang berbeda. Dengan penghasilan yang berbeda ini mereka bisa masuk ke produk-produk properti dengan harga Rp300 juta hingga Rp1 miliar.

Pasar properti hunian di segmen menengah semakin diminati oleh generasi milenial dan first home buyers. Milenial bahkan berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan sektor properti saat ini dan di masa depan.

Ditandai dengan minat generasi milenial untuk membeli properti yang semakin lama semakin menunjukkan peningkatan.

“Perbankan juga sudah banyak menyiapkan skim dan produk khusus milenial karena potensi KPR-nya masih besar sekali,” jelasnya.

Selain menyukai perumahan berbasis transportasi massal, generasi milenial juga semakin peduli dengan isu lingkungan.

Terlebih pasca pandemi, penerapan green development atau sustainable development di kawasan perumahan makin diminati. Hal itu dipahami betul oleh pengembang sebagai kebutuhan pasar.

Eco Green Living

Sebelumnya konsumen mencari rumah lebih memerhatikan aspek keindahan, keamanan dan kenyamanan. Maka kini justru mengedepankan kesehatan mereka terutama soal pencahayaan dan kualitas udara, pengelolaan air bersih serta lingkungan yang sehat.

“Isu eco green living sudah jadi tren dunia, pengembang tidak bisa menghindar dari tuntutan pasar ini, sehingga harus sudah concern terhadap lingkungan termasuk ruang terbuka hijau dan air bersih,” jelasnya.

Direktur Utama PT Kinarya Abadi sekaligus Wakil Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Mohammad Solikin mengatakan, pihaknya mendorong upaya perumahan mindset para milenial. Yang mana mereka lebih memilih menginvestasikan dana mereka untuk hal-hal yang sifatnya bukan investasi.

“Kita harus coba mengubah mindset mereka para milenial, jika mereka membeli rumah, begitu akad kredit atau cash besoknya nilai investasinya naik, sementara kalau kita beli mobil itu penyusutan,” ujarnya.

M Gali Ade Nofran dari Stellar Property konsultan menyoroti insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) atau bebas PPN rumah untuk sektor perumahan. Menurutnya kebijakan yg kembali diberlakukan akan mendorong pertumbuhan industri properti tanah air.

“Ada discount 11 persen akan membantu konsumen 5 impian, PPNDPT akan membuat market menjadi dinamis dan menarik investasi serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.(Acep Mulyana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here