Wednesday, 28 February 2024
HomePolitikProfil dan Biodata Aiman Witjaksono, Jubir Ganjar-Mahfud yang Dilaporkan ke Polisi

Profil dan Biodata Aiman Witjaksono, Jubir Ganjar-Mahfud yang Dilaporkan ke Polisi

Bogordaily.net Profil dan biodata jadi sorotan publik seiring dengan pernyataan soal netralitas polisi yang dilaporkan ke polisi.

Aiman dikenal publik sebagai jurnalis yang wajahnya kerap muncul dilayar kaca dalam berbagai liputan jurnalistik.

Namun, kini ia memilih non-aktif setelah terjun ke politik sebagai juri bicara capres Ganjar-Mahfud sekaligus calon legislatif dari Partai Perindo.

Keputusan ini diambil seiring dengan penunjukkannya sebagai juru bicara (jubir) untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Etika Jurnalis

Aiman menjelaskan bahwa keputusannya untuk nonaktif dari kegiatan jurnalistik dilatarbelakangi oleh komitmen menjaga etika sebagai seorang jurnalis.

Selain nonaktif dari ranah jurnalistik, Aiman telah mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Perindo.

Keterlibatannya dalam liputan kasus-kasus besar menarik perhatian publik, membuat langkahnya ke dunia politik harus berhenti.

Profil dan Biodata

  • Nama Lengkap:
  • Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 8 Juli 1978
  • Usia: 45 Tahun
  • Pendidikan: Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, Universitas Indonesia (UI)
  • Agama: Islam
  • Pekerjaan: Jurnalis, News Anchor
  • Instagram: @aimanwitjaksono

Perjalanan Karir dan Pendidikan

Aiman, lulusan Teknik Industri STT Bandung, awalnya aktif dalam HMI. Dari seorang atheis yang menjadi mualaf.

Ia melanjutkan studi S2 Manajemen Komunikasi di UI dengan predikat cumlaude.

Selama berkarir, ia juga mengejar kegemaran dalam olahraga bela diri Taekwondo.

Jejak Karir Jurnalis

  • Karir di RCTI (2002-2011)
  • Percobaan di TVRI (Hanya bertahan sampai 2012)
  • Bergabung dengan Kompas TV hingga 2022
  • Bergabung dengan grup MNC, menjadi pemimpin redaksi dan pembawa acara di Inews

Misi Politik

Selain sebagai jubir, Aiman kini akan fokus sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Perindo untuk dapil Jakarta Timur (DKI Jakarta 1).

Meski mundur dari kegiatan jurnalistik, ia berkomitmen untuk tetap menjunjung prinsip kebenaran.

Dan kini ia harus berhadapan dengan kasus hukum setelah dilaporkan kepolisi.

Diperiksa Polisi

memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diklarifikasi terkait kasus tudingan Polri tak netral di Pemilu 2024 pada Selasa (5/12/2023).

Aiman hadir didampingi Wakil Direktur Hukum dam Advokasi TPN Ganjar-Mahfud, Ronny Talapessy.

Ia mengaku telah menyerahkan sejumlah barang bukti ke tim hukum TPN Ganjar-Mahfud untuk kemudian dipertunjukan ke penyidik.

“Seluruh berkas dan juga bukti itu sudah saya serahkan semuanya ke tim hukum dari TPN,” kata Aiman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (5/12/2023).

Di sisi lain, Aiman juga merasa janggal dengan enam pihak yang melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Sebab laporan tersebut dilayangkan serentak di hari yang sama.

“Saya terus terang merasa janggal dengan pelaporan yang pertama, dilakukan enam laporan pada hari yang sama, serentak. Kemudian saya dilaporkan terkait dengan ujaran kebencian terkait SARA, suku, ras, agama dan antargolongan. Jadi saya bingung di mana SARA-nya ini,” tutur Aiman.

Lebih lanjut, Aiman menjelaskan perkataan dirinya terkait adanya dugaan aparat kepolisian yang tak netral semata-mata sebagai bentuk mengingatkan.

Terlebih terkait adanya dugaan ketidaknetralan aparat kepolisian ini menurutnya juga sempat diberitakan oleh beberapa media.

“Tapi apapun itu saya sebagai warga negara tentu akan patuh dan taat terhadap hukum, terhadap undang-undang yang berlaku. Dan saya sudah minta izin sebelumnya kepada ibu saya, istri saya kepada anak-anak saya untuk menjalani klarifikasi,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here