Tuesday, 27 February 2024
HomePolitikHabib Rizieq Jawab Soal Beda Pilihan di Pilpres 2024 dengan Ijtima Ulama

Habib Rizieq Jawab Soal Beda Pilihan di Pilpres 2024 dengan Ijtima Ulama

Bogordaily.net Shihab kembali mengingatkan pilihan dalam dan mereka yang beda pilihan dengan Ijtima Ulama.

Kali ini mengingatkan agar tidak saling mengkafirkan mereka yang berbeda pilihan.

Video ceramah Shihab terkait Pemilu 2024 viral di platform media sosial.

Dalam ceramah itu, menegaskan bahwa jangan mengkafirkan orang yang berbeda pilihan dnegan ijtima ulama.

Seperti diketahui, hasil ijtima ulama di Masjid Az-Zikra Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 18 November 2023 merekomendasikan paslon nomor 1 Anies-Muhaimin pada .

“Kita tahu bawah ijtima ulama itu salah satu poin putusannya mengajak umat untuk memilih caleg-caleg muslim dari partai-partai pengusung atau pendukung nomor 1,” kata Rizieq Shihab seperti dilihat dari kanal Youtube IBTV, Senin (29/1).

Pada keterangan di video unggahan akun Youtube tersebut, disebutkan bahwa ceramah ini berlangsung pada Majelis Pertamuan, Sabtu 20 Januari 2024.

Majelis Pertamuan itu berlangsung di Majelis Markaz Syariah Petamburan.

Lebih lanjut, Rizieq Shihab dalam penjelasannya agar umat muslim pada Pemilu 2024 memilih partai-partai muslim yang merapat di paslon 01, ada PKS, PKB atau partai Ummat.

“Ah saya gak percaya tuh cuma jualan Islam tuh, kadang-kadang begitu bu, pengennya partai nasionalis. Umpama, ada Nasdem nasionalisnya yang dukung nomor 1,” jelas Rizieq Shihab.

“Jadi muter di situ aja udah, jangan kemana-mana supaya jalurnya kita jalur ijtima ulama. Terus kalau ada yang tanya, partai yang lain gimana bib? yaudah jangan dipikirin, yang mikiran empat aja udah pusing,”” sambungnya.

Rizieq kemudian melanjutkan penjelasannya bahwa meski pada akhirnya pilihan untuk Pemilu 2024 berbeda dengan hati nurani, kita sesama umat tidak boleh saling mengkafirkan.

“Kalau umpamanya ibu tetap punya pilihan hati nurani, gak saya gak cocok dengan yang (parpol) empat, saya pilih partai lain, itu hak ibu. Gak boleh ada yang maksa ibu, gak boleh ada yang mencaci maki ibu, gak boleh wah kamu ini gak betul, kamu ini sesat, kamu ini kafir karena kamu sudah milih partai yang tidak didukung ijtima ulama, gak boleh,” tegas Rizieq Shihab.

menambahkan bahwa untuk urusan pemilu itu masuk ke dalam ranah furu'uddin bukan ushuluddin.

Sekedar informasi, berbeda dengan ushuludin yang merupakan rangkaian kepercayaan yang menjadi asas agama Islam yang seorang muslim tidak bisa tanpa meyakininya dan jika salah satu saja darinya diingkari maka akan menjadi penyebab kekufuran.

Sementara furu'uddin, penyikapan kaum muslimin terhadapnya tidak satu. Sebagian bersungguh-sungguh dalam mengamalkan semua ketentuan di dalamnya namun sebagian yang lain tidak bersungguh-sungguh bahkan ada sebagian lain yang tidak melakukannya.

“Karena urusan pemilu ini, urusan furu bukan ushul. Ini bukan urusan ushuluddin bukan furu'uddin. Jadi kita berbeda, mungkin orang punya pandangan berbeda-beda. Makanya jagan kaget,” ungkap Rizieq.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here