Tuesday, 16 April 2024
HomeKabupaten BogorHijaukan Puncak, Dishut Jabar: Wisata Alam Harus Berbasis Tanaman Keras

Hijaukan Puncak, Dishut Jabar: Wisata Alam Harus Berbasis Tanaman Keras

Bogordaily.net – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melaksanakan gerakan hijaukan seiring dengan kondisi bentang alam di kawasan , Kabupaten Bogor yang terus terdegradasi akibat maraknya pembangunan wisata dan permukiman.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Kadishut Jabar) Dodit Ardian Pancapana, bersama jajaran melaksanakan penanaman pohon keras di kawasan Kampung Cijulang, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis 22 Februari 2024.

Aksi penanaman pohon dalam rangka menghijaukan kembali kawasan wisata ini juga diikuti Asisten Daerah Bidang Ekbang Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Suryanto Putra, Camat Cisarua Heri Risnandar, Satpol PP, Pemdes Kopo, serta siswa dan warga setempat.

“Penanaman pohon di kawasan hutan secara massif menjadi penting dilakukan untuk mengembalikan fungsi resapan di kawasan Bogor,” kata Dodit Ardian Pancapana.

Dodit juga menyoroti maraknya pembangunan objek wisata alam di kawasan yang menjadi salah satu faktor penyebab makin kritisnya lahan di .

“Pengembangan obyek wisata alam sejatinya berbasis dengan banyaknya penanaman tanaman keras, bukan justru menghilangkan tanaman keras dan menggantinya dengan komoditas sayuran yang fungsi resapan airnya kecil,” tegasnya.

Melalui pendekatan ekonomis dalam tata kelola lahan, mengajak kepada masyarakat untuk menanami lahan kritis di sekitar mereka dengan sistim tumpang sari dengan menyisipkan tanaman Keras dengan tanaman produksi yang dapat mereka manfaatkan.

Asisten Daerah bidang Ekbang Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Suryanto Putra mengapresiasi langkah

“Aksi penanaman pohon di lahan kritis ini akan diperluas skala kegiatannya serta dijadikan kampanye penyelamatan mengembalikan daerah resapan air di dari ancaman kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan,” jelasnya.

Sekadar informasi, hutan di kawasan mengalami penyusutan seluas 3.876 hektar selama lima tahun atau dalam periode 2016-2021. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra dalam “Pesan Puncak” untuk Penyelamatan Kawasan Puncak, Senin 8 November 2021 silam. 

Berdasarkan data dari Forest Watch Indonesia sejak tahun 2000 hingga 2018 terjadi penurunan luas kawasan hutan di Puncak Bogor dari 9.111 hektar menjadi 3.640 hektar pada 2018. Itu pun hanya 1.820 hektar dan masuk ke dalam kawasan taman nasional sementara 1.741 hektar beralih fungsi menjadi hutan produksi.***

(Acep Mulyana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here