Tuesday, 16 April 2024
HomeBeritaCara Membersihkan Kotoran Telinga, Menurut dr Alfira, Dokter Spesialis THT

Cara Membersihkan Kotoran Telinga, Menurut dr Alfira, Dokter Spesialis THT

Bogordaily.net – Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) di Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta, dr Alfira Ulfa Sp, THT-BKL, FICS, memberikan tips penting tentang cara membersihkan kotoran telinga dengan benar. 

Menurutnya, membersihkan kotoran telinga sebaiknya hanya dilakukan di bagian luar telinga dan tidak perlu masuk ke dalam liang telinga.

“Dalam membersihkan kotoran telinga, yang perlu diperhatikan adalah hanya membersihkan bagian luarnya saja, tidak perlu masuk di bagian dalam liang telinga. Cukup menggunakan handuk yang sudah dibasahi air hangat dan bersihkan di bagian luar telinga,” ungkap dr. Alfira, Rabu 13 Maret 2024.

Lebih lanjut, dr. Alfira menjelaskan, bahwa membersihkan kotoran telinga merupakan proses skrining yang sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk memeriksa apakah kotoran di dalam telinga sudah menumpuk atau tidak. 

“Jika kotoran telinga sudah menumpuk, maka diperlukan proses pembersihan yang tepat, seperti irigasi telinga atau spooling di poli THT,” katanya dr. Alfira.

Mengapa kotoran telinga bisa menumpuk begitu banyak? 

Menurut dr. Alfira, kotoran telinga, atau yang dikenal sebagai serumen, memang ada di dalam telinga, terutama di sepertiga bagian luar. 

“Serumen terbentuk dari kumpulan sel kulit yang mengelupas atau kelenjar minyak. Fungsinya adalah untuk melindungi telinga dari masuknya serangga dengan menghasilkan aroma yang tidak disukai oleh serangga,” jelasnya.

Namun, serumen yang menumpuk perlu dibersihkan dengan benar. Cara membersihkan kotoran telinga tergantung pada sifat serumen, apakah kering atau lembek. 

Faktor-faktor seperti pola makan dan lingkungan dapat mempengaruhi jenis serumen yang dihasilkan. 

Dr. Alfira menyarankan untuk menghindari menggunakan cotton bud, karena dapat mendorong kotoran (serumen) ke dalam telinga, menyebabkan lecet bahkan hingga robeknya gendang telinga.

“Serumen sebenarnya akan keluar sendiri ketika kita menguap, berbicara, atau menelan makanan,” terangnya.

Jika kotoran menumpuk, bisa menyebabkan gangguan di dalam telinga seperti turunnya pendengaran. 

“Jadi, penting untuk memperhatikan gejala tersebut dan segera memeriksakan ke poli THT untuk pemeriksaan dan pembersihan yang tepat,” ungkapnya.***

(Ibnu Galansa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here