Tuesday, 16 April 2024
HomeOpiniKembali ke Stasiun: Perjalanan Inspirasi Menuju Alternatifa Project

Kembali ke Stasiun: Perjalanan Inspirasi Menuju Alternatifa Project

Bogordaily.net  Minggu pagi di Stasiun Kota Bogor selalu memiliki kehangatan tersendiri, terutama saat matahari mulai menampakkan sinarnya yang lembut.

Udara segar dan semilir angin pagi menyambut saya dan teman-teman yang telah berjanji bertemu di sini di Stasiun Kota Bogor, tepat pukul 09.00.

Kami semua bersemangat untuk perjalanan kami ke kantor di Kalideres, Jakarta Barat. Ini Kereta pertamaku kembali setelah bertahun tahun tidak naik kereta.

Saya memarkir motor saya dengan hati-hati di tempat yang telah disediakan, kemudian berjalan menuju kelompok teman saya yang sudah berkumpul.

Kami berbagi senyum dan salam, sembari menunggu kereta yang akan membawa kami ke tujuan. Kereta tiba, dan kami segera naik, meskipun harus berdiri karena kereta yang penuh sesak oleh penumpang lain yang juga ingin menikmati hari libur mereka.

Perjalanan dari Stasiun Kota Bogor ke Stasiun Kali Deres memakan waktu sekitar 2,5 jam. Kami melewati beberapa stasiun. Seperti  Stasiun Bogor – Cilebut – Bojong Gede – Citayam – Depok – Depok Baru – Pondok Cina – Universitas Indonesia – Universitas Pancasila – Lenteng Agung – Tanjung Barat – Pasar Minggu – Pasar Minggu Baru – Duren Kalibata – Cawang – Tebet – Manggarai (Transit) – Sudirman – Sudirman Baru – Karet – Tanah Abang – Duri (Transit) – Grogol – Pesing – Taman Kota – Bojong Indah – Rawa Buaya – Kalideres. Selama perjalanan, kami berbincang, tertawa, dan berbagi cerita, membuat waktu terasa lebih cepat berlalu.

Setibanya di Stasiun Kalideres, kami bersiap-siap untuk turun. Kami berjalan keluar stasiun dan langsung memesan GoCar untuk menuju kantor Alternatifa. Sambil menunggu, saya memutuskan untuk membeli minuman di kios terdekat karena saya tidak sempat membawa dari rumah.

GoCar tiba, dan perjalanan singkat kami ke kantor Alternatifa dimulai. Sesampainya di sana, saya bertemu dengan teman temanku yang lain dikarenakan ada beberapa yang misah untuk berangkat dari rumahnya masing masing.

Lalu kami disambut oleh staf yang ramah dan langsung dibawa ke ruangan tempat Pak Faisal Arifin, owner , berada. Wawancara kami berlangsung hangat dan informatif, memberikan kami wawasan baru tentang proses kerja di kantor Alternatifa.

“Kami ingin memberikan pendidikan yang terbaik dan inklusif untuk semua kelas sosial di Indonesia. Tujuan akhir dari adalah Alternatifa menjadi tanpa kata Project, hingga menjadi wadah pendidikan informal yang bisa diakses secara gratis. Ucap Faisal Arifin sekali CEO .

Setelah wawancara, kami diperkenalkan dengan anak kucing yang lucu dan menggemaskan, yang segera menjadi pusat perhatian kami. Kami bermain dengannya, tertawa, dan mengambil foto bersama, sebelum akhirnya melanjutkan untuk melihat-lihat kantor yang inspiratif ini. Setelah bermain dengan anak kucing tadi dan melihat lihat kantor , kami pun berpamitan dengan owner yaitu Faisal Arifin.

Ketika hari mulai sore, perut kami pun mulai berbunyi, menandakan saatnya untuk mencari makanan. Teman saya yang tinggal di Kalideres merekomendasikan Sate Taichan Bang Yoyo yang terkenal itu.

Kami berjalan kaki ke sana, menuju tempat dimana sate taichan itu berada, karena tempatnya tidak jauh dari kantor yang kami kunjungi. Kami berjalan sambil menikmati suasana sore hari di Jakarta.

Di Sate Taichan Bang Yoyo, kami memesan berbagai macam sate sesuai selera masing-masing. Kami berbincang ringan sambil menunggu pesanan tiba, dan ketika makanan datang, kami menikmatinya dengan penuh kepuasan.

Setelah makan, kami memesan GoCar kembali ke Stasiun Kalideres. Sesampainya di stasiun Kalideres kami menunggu kereta menuju stasiun bogor. Kereta menuju Stasiun Kota Bogor tiba, dan kali ini, saya bisa duduk dan bersantai selama perjalanan pulang.

Setelah 2,5 jam, kami tiba di Stasiun Kota Bogor. Kami berpisah dengan ucapan selamat tinggal yang hangat, dan saya mengambil motor saya dan kembali ke rumah, membawa kenangan indah dari hari yang luar biasa ini.

Perjalanan kami ke kantor bukan hanya tentang wawancara atau melihat proses kerja, tetapi juga tentang persahabatan, tawa, dan pengalaman baru yang akan kami kenang selamanya.***

Penulis: Aldhika Haikal Ika Putera

Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here