Bogordaily.net – Perubahan sikap seseorang seringkali merupakan perjalanan yang menarik untuk diamati. Begitu pula yang terjadi pada Sabda Ahessa, putra dari Shanty Widhiyanti setelah menghadapi permasalahan dengan Wulan Guritno.
Meskipun demikian, perubahan itu bukanlah sebuah kehancuran, melainkan sebuah pencerahan yang membawanya mendekatkan diri lebih dalam pada agama Islam.
Sabda Ahessa, yang sebelumnya mungkin hanya sekadar mengenal agama Islam, kini telah merasakan panggilan yang kuat untuk mendalami ajaran-ajaran agama tersebut.
Ibunya, Shanty Widhiyanti, dengan bangga menceritakan bagaimana Sabda Ahessa telah menjadi lebih religius dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari Islam.
Bahkan, ia memiliki keinginan kuat untuk mengikuti pesantren kilat selama bulan Ramadan, sebuah tindakan yang mencerminkan tekadnya untuk mendalami ilmu agama.
“Malah dia ‘Bunda cariin dong aku pengen sebulan di pesantren’, masa ngomongnya besok puasa, sekarang ngomong sebulan pengen di pesantren, nggak nemu, musti nyari-nyari,” ujar Shanty seperti dikutip dari YouTube Alvin in Love.
Meskipun begitu, tekadnya tidak pernah luntur. Ia terus gigih dalam mencari ilmu agama Islam, hingga akhirnya menemukan seorang ustaz yang cocok untuknya.
“Terus dia nemu, ‘Ini ada tapi cuma 4 hari belajar Al-Qur’an untuk dewasa’, itu dia mau ikut kayak gitu,” bebernya.
Shanty Widhiyanti pun merasa sangat bahagia melihat perubahan positif yang terjadi pada anaknya. Baginya, permasalahan yang dialami Sabda Ahessa merupakan sebuah hidayah yang membawa kebaikan bagi dirinya.
“(Jadi religius) Banget, alhamdulillah. Itu hidayah luar biasa,” kata Shanty.
Perubahan sikap Sabda Ahessa tidak hanya terlihat dalam intensitas ibadahnya, tetapi juga dalam sikap dan perilakunya sehari-hari. Ia kini sering mengingatkan dirinya untuk berdoa, sebuah kebiasaan yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya.
“Malah dia yang nginegtin ‘Bunda, Jumat nih abis Ashar waktunya berdoa’. Sebelumnya nggak (pernah),” ungkapnya.
Selain itu, Sabda Ahessa juga menunjukkan ketulusan dan ketekunan dalam mempelajari agama Islam. Shanty Widhiyanti mencatat bagaimana putranya kini lebih rajin membuka dan membaca Al-Qur’an setiap hari, sesuatu yang sebelumnya mungkin tidak pernah terlintas dalam pikirannya.
Ia juga telah mulai menerapkan praktik-praktik ibadah sunnah, seperti salat duha dan tahajud, sebagai bukti dari tekadnya untuk menjadi seorang Muslim yang taat.
“Waktu ibu saya meninggal, ada giftnya Quran di dalem kotak, tiap saya ke Kemang ‘Sab nggak dibuka tuh?” Sekarang setiap hari dibuka, dibaca,” bebernya.
“Sekarang berubah begitu dapet ustaz yang bagus dia ngaji, baru salat duha, terus tahajud juga. ‘Aku merasa sangat dicintai oleh-Nya’,” ungkap Shanty menirukan perkataan Sabda Ahessa.
Shanty Widhiyanti, sebagai ibu yang penuh kasih, tidak dapat menyembunyikan kebanggaannya melihat perubahan yang begitu besar pada putranya. Baginya, perjalanan Sabda Ahessa adalah bukti nyata akan kekuatan dan keajaiban hidayah Allah SWT.***