Monday, 27 May 2024
HomeNasionalMaknai 50 Tahun Perjalanan, ChildFund International Wujudkan Hak Anak

Maknai 50 Tahun Perjalanan, ChildFund International Wujudkan Hak Anak

Bogordaily.net   Hadir di Indonesia sejak tahun 1973, International di Indonesia terus berupaya mewujudkan anak-anak mendapatkan hak dan menggapai potensi mereka. Berbagai program dihadirkan guna mewujudkan tujuan tersebut.

Di Jawa Barat, bersama Yayasan Warga Upadaya Bogor (YWU) yang telah bekerjasama sejak 1972, International di Indonesia telah mendampingi lebih dari tiga juta anak dan keluarga di empat kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Pimpinan Proyek Yayasan Warga Upadaya F. E. Eriyanto menjelaskan, salah satu fokus program yang sukses diimplementasikan di wilayah Kota Bogor. Yakni program pengasuhan dan nutrisi yang merupakan salah satu inisiatif dalam membantu pemerintah mengurangi angka stunting nasional.

“Melalui inisiatif bernama Ibu Anak Tangguh Kota Bogor (BATAGOR), dan YWU melakukan intervensi penanganan tiga isu yakni stunting, wasting, dan underweight,” jelas Eriyanto.

Dengan mengedepankan aspek pengasuhan, kata Eriyanto gizi dan perubahan perilaku sebagai pintu masuk mengintervensi masyarakat yang memiliki tiga isu tersebut.

Dukungan International 

Sebagai percontohan, ia menjelaskan progam ini menyasar dua kelurahan di kecamatan Bogor Barat. Yaitu kelurahan Pasir Jaya dan Pasir Kuda dan saat ini implementasi program tersebut telah memasuki tahap ketiga.

“Wilayah intervensi semakin luas hingga meliputi 12 kelurahan,” imbuhnya.

Program ini diakuinya mendapat dukungan dan apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) atau Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Lalu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Dan dijadikan salah satu program unggulan dalam kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga masyarakat.

Selain program pengasuhan dan nutrisi, YWU dan International di Indonesia mengembangkan program literasi kebencanaan. Tujuannya untuk memberdayakan masyarakat dengan membentuk dan memperkuat ketangguhan desa.

“Program literasi kebencanaan ini telah membentuk lima Kelurahan/Desa Tangguh Bencana. Dalam implementasinya, kami bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat,” ujar Eriyanto.

Inisiasi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

Tak cukup di situ, YWU dan International di Indonesia juga menginisiasi pendidikan kebencanaan di sekolah-sekolah rawan bencana di Kabupaten Bogor melalui penguatan satuan pendidikan.

Program ini menyasar sekolah, guru-guru, anak didik, komite sekolah, oang tua dan masyarakat. Setidaknya 40 sekolah di Kabupaten Bogor yang telah mendapatkan dukungan. Mulai dari pelatihan untuk fasilitator sekolah, anak-anak didik maupun komite sekolah.

“Menariknya di sini anak-anak mendapat pelatihan dan pendampingan untuk mengidentifikasi dan memetakan titik-titik rawan bencana di sekolah. Mereka juga terlibat dalam pembuatan digital story telling tentang sekolah aman bencana,” papar Eri.

Terbaru, Yayasan Warga Upadaya dan International di Indonesia merilis program Champion Ambassadors. Khususnya untuk mengidentifikasi dan mengembangkan anak atau remaja berbakat yang berusia 10 – 19 tahun.

Anak dan remaja yang terpilih berasal dari mereka yang menghadapi tantangan ekonomi dan sosial namun memiliki bakat dan potensi di berbagai bidang.

“Kami memberi dukungan dalam berbagai bentuk dan fasilitas untuk mendukung mereka menjadi pemimpin muda yang mampu berkontribusi di masyarakat melalui bakat mereka,” jelas Eri.

Husnul Ma'ad selaku Country Director International di Indonesia menjelaskan bahwa upaya organisasinya berpusat pada menghubungkan anak-anak dengan komunitas, institusi, dan sumber daya.

Hal ini untuk memastikan mereka tumbuh dengan sehat, terdidik, terampil, dan yang terpenting aman, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun di ranah daring.

“Keberhasilan International di Indonesia ini tentunya tidak lepas dari hasil kerja keras seluruh mitra, komunitas, pemerintah, donor, sponsor, dan pemangku kepentingan yang selalu berkomitmen untuk terus mendukung langkah kami,” ujar Husnul Ma'ad.

Untuk itu, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang senantiasa telah berkontribusi dalam perjalanan ChildFund International selama 50 tahun di Indonesia.

Ia berharap ke depannya dukungan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut mewujudkan dunia yang mana anak-anak bisa mendapatkan hak dan kesempatan untuk mencapai potensi maksimal mereka. (Acep Mulyana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here