Sunday, 14 April 2024
HomeEkonomiGlobal Bond BNI Oversubscribe 6,4 Kali, Bukti Kepercayaan Investor Tinggi

Global Bond BNI Oversubscribe 6,4 Kali, Bukti Kepercayaan Investor Tinggi

Bogordaily.net –  Global Bond Oversubscribe 6,4 kali menjadi bukti kepercayaan investor tinggi.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau menorehkan prestasi gemilang dalam penerbitan obligasi global senilai US$500 juta atau setara Rp7,9 triliun.

Obligasi yang termasuk bagian dari penerbitan Euro Medium Term Note (EMTN) ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 6,4 kali saat initial pricing guidance (IPG).

Direktur Keuangan Novita Widya Anggraini mengatakan tingginya minat investor terhadap Global Bond mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental dan prospek perseroan.

“Transformasi fundamental yang kami lakukan menarik minat investor untuk membeli Global Bond . Oversubscribe 6,4 kali menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang tinggi terhadap perseroan,” ujar Novita dalam Program “Money Talks Power Lunch” di CNBC TV, Selasa, 2 April 2024.

Baca Juga: Diversifikasi Sumber Pendanaan, BNI Terbitkan Global Bond Senilai USD500 Juta

Penerbitan Global Bond ini merupakan bagian dari strategi untuk mendiversifikasi sumber pendanaan dan mendukung langkah strategis perseroan dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis. Tidak hanya di rupiah tetapi juga valuta asing (valas).

Ia menjelaskan, Global Bond merupakan bagian dari EMTN yang dibentuk pada 6 Mei 2020. Dan telah diperbarui pada 22 Maret 2021 dan 26 Maret 2024. Program EMTN ini memungkinkan menerbitkan surat utang secara bertahap dengan jumlah pokok maksimal US$2 miliar.

Perseroan menyelesaikan roadshow pada 26 Maret 2024 dan pricing pada 27 Maret 2024. Bunga obligasi ditetapkan sebesar 5,28% per tahun, menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap .

Novita memaparkan, sejak 2020, telah melakukan transformasi yang menghasilkan peningkatan Return on Equity (ROE) dari 2,6% di tahun 2020 menjadi 15,2% di tahun 2023. Hal ini menunjukkan lompatan tinggi dalam profitabilitas perseroan.

“Transformasi fundamental BNI telah meningkatkan ROE dan menurunkan cost of fund. Tingkat kecukupan permodalan BNI juga meningkat yang tergambar dari rasio kecukupan modal inti atau Tier-1 CAR yang naik dari 16% di masa pandemi menjadi 20% saat ini. Hal ini menambah keyakinan investor terhadap fundamental BNI yang kuat,” jelas Novita.

Ia menambahkan, saat ini sumber likuiditas BNI tidak hanya dari penerbitan surat berharga. Namun, utamanya berasal dari penghimpunan DPK. Adapun porsi wholesale funding, termasuk didalamnya penerbitan surat berharga, dalam 3 tahun terakhir hanya sebesar 8%-9% dari total liabilitas.

Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini nantinya akan disalurkan untuk pembiayaan dengan tingkat margin yang menarik, sehingga berdampak positif pada profitabilitas perusahaan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here