Monday, 27 May 2024
HomeKabupaten BogorTragis, Seorang Warga Gantung Diri di Kandang Anjing di Cisarua Puncak    

Tragis, Seorang Warga Gantung Diri di Kandang Anjing di Cisarua Puncak    

Bogordaily.net – Kampung Baru Keramat Rt.003 Rw.009 Desa Tugu Selatan Kecamatan Kabupaten Bogor geger, seorang warga ditemukan meninggal dunia dengan cara pada Senin, 15 April 2024 sekira pukul 21.00 WIB.

Tempat kejadian perkara di Puncak Bogor itu persisnya berada tempat atap baja ringan samping kandang anjing di pelatihan anjing Von Phanuel Kennel.

Kapolsek Kompol Eddy Santosa menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan permintaan keterangan terhadap 4 orang saksi yang sudah dimintai keterangan.

“Diketahui bahwa korban yang ditemukan meninggal, diduga bernama Ardi Febrianto, usia 24 tahun, belum kawin, pekerjaan pelajar mahasiswa, agama islam, alamat Panggung Rejo RT001 RW001 Kelurahan Panggungrejo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu,” ujarnya.

Menurutnya, korban terakhir berada di dalam kamar rumah kayu bersama rekan kerjanya yang bernama Anto Saputra sekitar jam 20.00 WIB.

Saat itu, korban masih rebahan di kasur lalu rekannya tersebut menawarkan makan lalu akan dikerok badannya namun korban tidak ada jawaban sekali, karena memang dari pagi korban mengaku sakit kepada rekan rekannya.

Tak lama kemudian korban keluar dari rumah kayu mengenakan jaketnya yang berwarna hitam ke rumah hijau yang masih di dalam pekarangan tempat pelatihan anjing tersebut.

Korban kemudian bertemu dan ngobrol bersama  Denata Geral Dio dan Dika Dwi akan tetapi korban sama sekali tidak mau mengobrol dengan rekan-rekan karyawan pelatih anjing yang lainnya.

Hasil keterangan lain, kata Kapolsek, bahwa korban terakhir kali update status kata kata : caption di WA pada jam 14.47 berupa “Mak anakmu kepengen turu kepenak”.

Dan korban sekitar jam 06.59 men-chat rekan kerjanya Ade Setiawan untuk menggadaikan Hpnya, akan tetapi  Ade Setiawan menolak serta melarang untuk menggadaikan Hpnya.

Akan tetapi Ade Setiawan menyarankan untuk meminjam uang, akhirnya korban dipinjamkan uang oleh rekan kerjanya yang bernama Dika Dwi senilai Rp 500.000.

Menurut Kapolsek, atas peristiwa ini pihak keluarga menganggap kejadian ini sebagai musibah dan takdir serta menolak untuk dilakukan otopsi akan tetapi jenazah dilakukan pemeriksaan visum luar di RSUD Ciawi.

Pihak keluarga ingin mengambil jenazah untuk dapat segera dilakukan pemakaman di tempat pemakaman keluarganya di Lampung PringSewu, dan terhadap barang – barang milik korban/Jenazah dikembalikan kembali kepada keluarganya.

“Situasi sampai saat ini sudah dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar Kapolsek Kompol Eddy.***

(Acep Mulyana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here