Monday, 27 May 2024
HomeEkonomiKoperasi Inovac Ekspor Komoditas Unggulan Minyak Nilam Aceh ke Prancis, Sinergi dengan...

Koperasi Inovac Ekspor Komoditas Unggulan Minyak Nilam Aceh ke Prancis, Sinergi dengan Nat’ Green

Bogordaily.net Koperasi Produsen Inovasi Nilam Aceh (Inovac) bersinergi dengan PT Nat' Green dengan membentuk anak usaha PT UGreen Aromatics International (UGreen).

Inovac dan PT Nat' Green mengekspor 1,2 ton bahan baku pembuatan parfum (fragrance) nilam dan biji pala senilai Rp1 miliar ke Prancis.

Ketua Nadia menjelaskan, melalui UGreen, koperasi secara rutin yakni tiga bulan sekali mengekspor minyak nilam ke Prancis.

Namun diakuinya, saat ini produksi dari para petani yang tergabung di masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan bahan baku ke Prancis sebanyak 6 ton.

“Kapasitas di tingkat petani baru mampu memproduksi sebanyak 1 ton minyak nilam, dan itu hanya baru dipasok dari petani yang ada di Gayo. Sementara petani di wilayah lain juga belum mampu mencukupi,” ujar Nadia.

Koperasi Produsen Inovasi Nilam Aceh (Inovac) bersinergi dengan PT Nat' Green dengan membentuk anak usaha PT UGreen Aromatics International (UGreen). Salah satunya menghasilkan produk minyak nilam Aceh. (Foto: Dok. KemenKopUKM)

Ia mengatakan, kondisi saat ini, sebagian besar petani masih kekurangan modal untuk penanaman nilam. Untuk itu pihaknya berharap, Kementerian Koperasi dan UKM () melalui Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB)-KUMKM, membantu dari sisi pembiayaan ke petani supaya kebutuhan ekspor minyak nilam ke Prancis bisa terpenuhi.

Nadia mengatakan, koperasi yang baru terbentuk tahun 2019 ini memiliki anggota ratusan orang. Secara total terdapat 500 petani dan penyuling yang berada di bawah bimbingan koperasi.

“Memang belum semua menjadi anggota, karena masih dan beberapa petani juga di daerah lain yang masih dalam tahap binaan,” katanya.

Meski demikian, mampu meraih omzet hingga Rp200 juta per bulan yang diperoleh dari penjualan minyak nilam, biji pala hingga atsiri, maupun produk turunan mulai dari parfum, minyak atsiri, body butter, body mist, dan lainnya.

Miliki Distributor Resmi

hingga kini telah memiliki distributor resmi produk-produknya yang dijual melalui berbagai platform online seperti e-commerce, hingga offline yaitu, PT Elang Timur Group sebagai distributor utama.

“Tiap bulan mereka membeli sekitar Rp150 juta sebagai bagian kerja sama pemasaran kami untuk market di Aceh maupun di luar Aceh,” jelas Nadia.

memproduksi sejak awal 2020, tetapi secara masif baru dilakukan pada 2022 dan berhasil meraih sertifikasi BPOM di tahun 2021.

merupakan perpanjangan tangan USK. Kami pun meraih dukungan penuh dari USK dengan seluruh fasilitas yang ada, termasuk ruang produksi BPOM dan riset,” imbuhnya.

Direktur Atsiri Research Center (ARC) Syaifullah Muhammad mengatakan, ARC sebagai lembaga riset dan pengembangan, dalam hal ini turut memberikan pelatihan dan bimbingan kepada untuk pengelolaan minyak nilam. Hingga melahirkan beberapa produk turunannya.

Menurut Syaifullah, dalam beberapa tahun terakhir, industri nilam di Aceh hampir punah. Bahkan yang tadinya dari market nasional mencapai 55 persen, turun menjadi 35 persen secara keseluruhan.

“Karena memang minyak nilam terbaik itu ada di Aceh. Dengan kenyataan ini, maka kami mengintervensi dengan inovasi dan mengajarkannya kepada masyarakat. Mulai dari pembibitan hingga penyulingan minyak nilam, serta membentuk ekosistemnya dengan membentuk koperasi bersama USK,” jelasnya.

Kerja Sama dengan Nat Green

Dalam bisnisnya, ini pun bekerja sama dengan perusahaan asal Prancis Nat Green dan membentuk usaha bersama atau sebagai anak usaha U Green yang bertugas melakukan kegiatan ekspor ke Prancis sejak 2022. Dalam kepemilikannya di anak usaha tersebut, Koperasi Inovac memiliki saham 60 persen dan Nat Green sebesar 40 persen.

“Ekspor Minyak nilam dan biji pala yang kelima ke Perancis juga diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Minyak nilam dan biji pala ini digunakan sebagai bahan baku parfum di sana. Nilainya yang kami ekspor ini mencapai sekitar Rp1 miliar,” katanya.

Syaifullah menjelaskan, bahan baku minyak nilam yang diekspor dari Aceh ini, berkualitas terbaik. Sehingga tak heran industri parfum di Prancis memakai bahan ini.

Bahkan minyak nilam tak hanya diolah menjadi parfum tetapi juga produk kosmetik hingga kesehatan (farmasi), karena memiliki kandungan anti-aging di dalamnya.

Saat ini kata Syaifullah pihaknya bersama Koperasi Inovac tak hanya mengirim bahan baku untuk ekspor, tetapi juga mengolah dan memproduksinya sendiri.

“Setiap produksi minyak nilam, selalu kami sisihkan sebesar 20 persen produksi untuk dalam negeri dan 80 persennya dibawa ke pasar ekspor. Sekitar 30 produk telah kami hasilkan untuk pasar domestik,” imbuhnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here