Saturday, 22 June 2024
HomeNasionalBahas Medical Tourism, Direktur RS BSH Jadi Pembicara dalam ITIF 2024

Bahas Medical Tourism, Direktur RS BSH Jadi Pembicara dalam ITIF 2024

Bogordaily.net Direktur Rumah Sakit (RS) BSH dr Albert Abednego MM.,Fisqua jadi pembicara dalam (ITIF) 2024 yang berlangsung di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Rabu 5 dan Kamis 6 Juni 2024.

Dalam forum tersebut, Direktur Rumah Sakit BSH dr Albert Abednego MM.,Fisqua membahas tentang keunggulan medical tourism yang ada di Indonesia, salah satunya senior living yang dimiliki oleh yakni .

“Sebenernya sangat interest sekali karena sebelumnya juga ada banyak dari Jepang yang ingin bekerja sama dengan kita, jadi bagaimana merawat senior living ini bisa membawa audiens dari Jepang tinggal di senior living dan bagaimana kita merawat pasien dengan dana pasien tersebut,” kata dr Albert Abednego MM dalam pemaparanya.

“Hal itu melihat dari sektor Mancanegara tetapi untuk dalam negeri sebenernya konsep yang sama bisa diterapkan, mungkin kalau dari BUMN dan ASN ada dana pensiunan dan itu bisa diintegrasikan oleh senior living ,” tambahnya.

Ia mengatakan kepada para investor, ini merupakan the first medical tourism di Indonesia, dan Kota Bogor sendiri lekat dengan tourism, dan di Indonesia sendiri mayoritas warga Jabodetabek itu akan menuju kawasan wisata Puncak. Terutama di waktu weekend.

Sehingga, hal tersebut menjadikan salah satu keunggulan dan penggabungan medical tourism itu sudah terjadi di BSH sendiri tinggal bagaimana menyatukan antara tourism dan medical ini menjadi kolaborasi yang baik dengan package yang baik.

“Tinggal bagaimana mempublikasikanya kepada masyarakat baik local dan mancanegara menjadi paket yang menarik untuk dijual,” jelasnya.

Dokter Albert menjelaskan bahwa, dari sektor pariwisata maupun medical itu menunjukan trend peningkatan yang baik di Indonesia tersendiri.

Oleh karena itu, pentingnya kolaborasi antar Pemerintah untuk dapat mensupport dengan adanya medical tourism, agar lebih dikenal masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Jadi sebenernya dua hal baik pariwisata, medical maupun senior living itu adalah future, kita tahu bahwa semua nanti akan geriatri dan geriatri pasti punya problem medical, dan Pemerintah juga mensupport dengan BPJS Kesehatan bahkan dipelajari oleh Mancanegara dan itu akan sangat membantu mensuport sisi healthcare dan juga medical tourism itu sendiri,” paparnya.

Dokter Albert berharap, melalui forum (ITIF) 2024 ini nantinya medical tourism di Indonesia akan lebih dikenal oleh mancanegara.

“Harapannya Indonesia akan dikenal dengan sistem healthcare dan medical yang terdepan dan Mancanegara banyak belajar dari Indonesia,” ungkap dr Albert Abednego MM.

Sebagai informasi, diselenggarakan Kemenparekraf bekerja sama dengan UN Tourism. Tahun ini ITIF mengusung tema “Elevating Tourism Investments for a Sustainable Growth” yang dihadiri kurang lebih 600 peserta mulai dari pembuat kebijakan, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, investor, serta pemilik proyek.

Di dalam penyelenggaraan terdapat sederet rangkaian kegiatan seperti high level talks, roundtable session dengan beberapa delegasi negara seperti India dan Rusia terkait investasi di sektor parekraf, juga penandatanganan sejumlah kerja sama. Kemudian roundtable terkait dengan potensi peluang Indonesia secara umum.(Albin Pandita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here