Saturday, 13 July 2024
HomeKabupaten BogorDinkes Kabupaten Bogor Gencar Ajak Masyarakat Tekan Kasus DBD  

Dinkes Kabupaten Bogor Gencar Ajak Masyarakat Tekan Kasus DBD  

Bogordaily.net Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor terus mengajak masyarakat bergerak bersama untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk menekan angka kasus demam berdarah dengue () yang sedang naik.

Kasus secara nasional dan di Jawa Barat memang sedang mengalami kenaikan. Begitu pun di Kabupaten Bogor. Dilihat dari siklus musim, saat ini itu peralihan dari musim basah ke musim kering, di sinilah kasus biasanya naik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Adang Mulyana menjelaskan, ditularkan oleh nyamuk, jadi jika nyamuknya dikendalikan otomatis kasusnya bisa terkendali. Salah satu cara mengendalikannya adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Paling tidak seminggu sekali dilakukan, dan harus dilakukan terus secara berkelanjutan. Kemudian PSN juga tidak bisa hanya dilakukan rumah ke rumah tapi harus satu wilayah secara menyeluruh secara bersama-sama. Jadi upaya yang efektif adalah mengendalikan nyamuk pada saat menjadi jentik,” kata Adang, Rabu 12 Juni 2024.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memasifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di beberapa wilayah melalui peran aktif Puskesmas.

Mulai dari melakukan penyuluhan hingga penyemprotan menggunakan alat fogging atau pengasapan.

Namun, harapannya upaya menekan kasus ini dilakukan bersama-sama oleh seluruh stakeholder dan masyarakat Kabupaten Bogor.

“Masyarakat juga diimbau menerapkan pola 3M di rumahnya masing-masing dengan menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur dan mendaur ulang barang bekas tidak terpakai yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti,” jelasnya.

Ia menyebutkan, jika konsisten menjalankan PSN, insya Allah akan bisa menurunkan kasusnya. Jadi harus bergerak bersama, bila sudah bergerak bersama dan konsisten, meski cuacanya masih seperti saat ini, kasus akan dapat ditekan turun.

“Kemudian soal fogging, masyarakat juga harus memahami, fogging tidak bisa serta merta dilakukan, harus dilakukan sesuai ketentuan, khawatir jika terlalu sering dilakukan fogging akan timbul resistensi bagi nyamuk  Aedes Aegypti yang menularkan penyakit ,” ungkap Adang Mulyana. (Albin Pandita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here