Saturday, 13 July 2024
HomeKota BogorSMP Bina Insani Gelar Pelepasan Peserta Didik Angkatan Ke-30

SMP Bina Insani Gelar Pelepasan Peserta Didik Angkatan Ke-30

Bogordaily.net mengadakan acara peserta didik angkatan ke-30 di Botani Square, Bogor, Minggu lalu 25 Juni 2024.

“Siswa angkatan ke-30 berjumlah 84 orang. Alhamdulillah lulus 100 persen,” kata Kepala Haposan Andi Citra saat memberikan kata sambutan.

Andi mengingatkan bahwa pendidikan merupakan pilar penting pembangunan bangsa. Puncak ilmu pengetahuan adalah akhlak yang melekat pada diri seorang manusia.

“Hal itu sesuai tujuan pendidikan, yakni menjadikan akhlaqul karimah (akhlak mulia) pada diri siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bosowa School yang membawahi Sekolah (SBBI) Bogor, Sekolah Bosowa Al-Azhar Cilegon (SBAC) Cilegon, dan Bosowa School Makassar (BSM) Makassar menerapkan penguatan karakter SIDIC. SIDIC merupakan singkatan dari Smart (cerdas), Islamic (Islami), Discipline (disiplin), Innovative (inovatif), dan Competitive (kompetitif).

“Kami harapkan karakter SIDIC melekat pada diri siswa-siswi ,” ujarnya.
Andi juga mengingatkan para siswa Angkatan ke-30 agar terus memperkuat kecerdasan soft skill, percaya diri, dan adaptif.

PIC Bosowa School Eko Ariyanto mengatakan, sebuah sekolah/lembaga akan maju kalau terus mengembangkan inovasi dan kolaborasi.

“Sekolah swasta kalau berhenti inovasi akan ditinggalkan masyarakat,” kata Eko.

Ia menyebutkan, meraih berbagai penghargaan. Di antaranya adalah tiga penghargaan bergengsi yang diraih pada tahun 2024 , yakni: sekolah berwawasan lingkungan, sekolah tanpa kekerasan dari KPAI kota bogor 2024, dan sekolah literasi dari Provinsi Jawa Barat.

Kadis Pendidikan Kota Bogor Irwan Rianto mengingatkan kepada para siswa terus menuntut ilmu di mana saja. Namun tidak kalah pentingnya adalah akhlak/adab.

“Hidup ini hanya sekali, harus bermakna. Hidup hanya sekali. Waktu terus berjalan. Tidak mungkin kita mengulangi,” kata Irwan.

Ia lalu menyebutkan, manusia itu dibagi empat golongan: orang bodoh, orang pintar, orang cerdas, dan orang beruntung.

“Orang bodoh dibohongi orang pintar. Orang pintar kalah dari orang cerdas. Orang cerdas kalah dari orang beruntung. Siapa orang yang beruntung itu? “Orang yang selalu berbuat baik, beramal sesuai ajaran agamànya,” ujarnya.

Acara peserta didik angkatan ke-30 juga diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Taqy Malik. Ia mengajak para siswa untuk selalu menempel dengan Al-Qur'an, bahkan menjadi hafizh Quran.

“Silakan mau jadi dokter, jadi pegusaha, atau pun yang lainnya. Tapi jadi dokter yang hapal Qur'an, pengusaha yang Qur'an, maupun profesi lainnya yang hapal Qur'an,” kata Ustadz Taqy Malik.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here