Saturday, 5 April 2025
HomePolitikCalon Bupati Bogor 2024 Ade Wardhana Kunjungi Kesenian Angklung Gubrak Berusia 600...

Calon Bupati Bogor 2024 Ade Wardhana Kunjungi Kesenian Angklung Gubrak Berusia 600 Tahun yang Hampir Punah

Bogordaily.net mengunjungi pusat kesenian Angklung Gubrak yang sudah berusia 600 tahun dan eksistensinya yang hampir punah.

Ya, beberapa kesenian tua di Bumi Tegar Beriman terancam punah, ada yang mulai ditinggalkan pelaku dan penontonnya karena ‘serbuan’ budaya baru dan bahkan asing, ada juga karena kondisi lingkungannya. Pemerintah daerah harus lebih cermat lagi.

Salah satu yang terancam punah karena kondisi lingkungannya adalah kesenian Angklung Gubrak, yang berada Kampung Cipining, Desa Argapura, Cigudeg, Kabupaten Bogor.

“Sayang seribu sayang kesenian Angklung Gubrak yang dikelola oleh Kang Jawer, terancam punah kalau terus dibiarkan dan tanpa didukung serta diantisipasi. Hal itu karena lokasi tempat penanaman bambunya yang disakralkan oleh mereka, yaitu Gunung Pasir Angklung kini terancam dikuasai perusahaan tambang atau lainnya karena lokasi disekitarnya sudah dimiliki oleh mereka” kata Adinata kepada wartawan, Jumat, 12 Juli 2024.

Pria yang digadang-gadang maju kembali di ajang Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2024 itu menuturkan untungnya, kesenian Angklung Gubrak yang sesuai pakem dari leluhurnya kini ada penerusnya yaitu Kang Jawer.

“Kang Jawer yang berusia 33 tahun, tak hanya sebagai penerus dan pewaris asli dan penggiat dari para leluhurnya, tetapi juga pengajar dan pelestari dari kesenian Angklung Gubrak di sanggarnya Nonoman Cipining Makalangan. Ia dan rekan-rekannya harus didukung, karena Angklung Gubrak adalah  awal mula seni angklung di Tatar Sunda, berusia sudah lebih dari 600 tahun,” tutur Adinata.

Ia menyebut, kesenian Angklung Gubrak bisa dibuat sebagai wisata tematik, infrastrukturnya harus disiapkan Pemkab Bogor, dibuatkan sanggar atau tempat dimana orang dalam dan luar negeri bisa belajar.

“Kesenian Angklung Gubrak dengan Kampung Cipiningnya bisa menjadi daya tarik wisata, pasarnya jelas yaitu para pelajar dan mahasiswa di dalam dan luar negeri. Mereka bisa diajarkan mulai dari sejarah, penanaman tanaman bambu, pemilihan dan pemotongan bambu, hingga menjadi alat musik Angklung Gubrak. Selain itu, para wisatawan ini juga diajarkan cara memainkan alat musik tradisional tersebut,” sebut Adinata.

Alumni IPB University ini menambahkan bahwa wisata tematik Angklug Gubrak, nantinya bisa ikut dipasarkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Sayaga Wisata.

“PT. Sayaga Wisata bisa berperan sebagai marketingnya, selama belajar dan berwisata, wisatawan bisa menginap di homestay milik masyarakat sekitar, hingga menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat Kampung Cipining Desa Argapura dan sekitarnya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, disini penting atau diperlukannya kreatifitas seorang Bupati Bogor kedepan, karena terlalu banyak potensi di Kabupaten Bogor yang mubazir disebabkan ketidak pahaman seorang pemimpin terkait potensi daerah khususnya desa desa di Kabupaten Bogor.

“Investor kan banyak di Kabupaten Bogor, jadikan mereka bapak asuh, membina desa -desa, kalau desa terbangun maka perekonomian pasti berkembang, otomatis memerangi kemiskinan, menekan angka pengangguran dan bayi stunting tidak akan terjadi seperti saat ini, jelasnya.

Kang Jawer yang memiliki nama lengkap Ariansyah berharap ada perlindungan dari pemerintah, agar Gunung Pasir Angklung yang masih dimiliki masyarakat adat tidak dikuasai oleh korporate, lalu beralih fungsi.

“Kami mengharapkan, kawasan Gunung Pasir Angklung dilindungi dan tak beralih fungsi karena pasti bakal ada upaya perluasan area pertambangan. Kami selama ini meyakini dan mengkeramatkan gunung tersebut,” harap Kang Jawer.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here