Bogordaily.net — Fahrudin alias Doer terpilih sebagai Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP) Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Ia terpilih secara demokratis melalui proses voting dalam Rapat Pemilihan Pengurus Ranting (RPPR) di Rest Area Pandansari, Ciawi, Minggu 21 Juli 2024.
Jika empat desa sebelumnya melahirkan Ketua Ranting PP secara aklamasi, pemilihan Ketua PP Banjarwangi diikuti dua orang calon sehingga harus voting. Pada akhir perhitungan, Fahrudin mengumpulkan 14 suara dan Indra 10 suara, serta 2 suara tidak sah.
Sidang RPPR sendiri dipimpin Sekretaris PAC PP Ciawi M Idrus dan Waka Robby Hikmawan serta dipandu moderator Ketua PAC Cisarua Iman.
RPPR Desa Banjarwangi juga cukup istimewa karena dihadiri lengkap oleh para petinggi PP di wilayah selatan Kabupaten Bogor, Ketua PAC PP Ciaei Soemantri Bering, Pembina Pengarah Anak Cabang (P2AC) M Dinur, Srikandi PP, para Ketua Ranting se-Ciawi, jajaran Wanhat, serta Kepala Desa Banjarwangi Prasetyo.
Usai mengukuhkan ketua dan pengurus terpilih dengan menyerahkan Bendera Pataka, Ketua PAC PP Kecamatan Ciawi Soemantri alias Bering berpesan kepada pimpinan dan pengurus Ranting PP Banjarwangi agar menjaga persatuan dan kesatuan serta membesarkan PP di Banjarwangi.
P2AC, M Dinur, menilai pelaksanaan FPPR Desa Banjarwangi sudah sesuai dengan AD-ART. “P2AC turun sesuai SK MPC agar setiap ranting dan PAC tertib administrasi dan peraturan organisasi,” ujarnya.
Diharap Atasi Gangster
Kades Banjarwangi, Prasetyo, mengharapkan keterlibatan dan peran serta aktif Pemuda Pancasila dalam mengatasi persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan, khususnya gangster atau geng motor dengan aksi tawurannya.
“Kami berharap Pemuda Pancasila memberikan contoh yang baik dan ikut berpesan serta mengatasi persoalan di masyarakat. Saat ini kita disibukkan dengan krisis moral remaja. Tawuran geng motor. Saya miris. Ini tanggung jawab bersama. Saya yakin ini ada oknum yang mau menghancurkan generasi muda. Kalau generasi masih bermusuhan ini warisan penjajah.
Sweeping bila perlu. Siapa otaknya.
Banyak anak-anak Ciawi yang jadi korban,” bebernya.
Prasetyo yang saat ini juga menjabat Ketua Kwartir Pramuka Ciawi, menjelaskan, PP didirikan oleh para pendiri bangsa, petinggi negara, untuk menjaga NKRI. “Organisasi ini satu-satunya yang tak memandang suku ras agama. Jaga Pemuda Pancasila sebagai ormas besar dari perpecahan, tingkatkan komunikasi, koordinasi. Kami siap bersinergi,” ungkap putra tentara yang lahir dan dibesarkan di lingkungan Pemuda Pancasila ini.
(Acep Mulyana)