Sunday, 6 April 2025
HomeKota BogorKemenkeu Ajak Siswa SMA Bina Insani Pahami APBN dan Pengelolaan Keuangan

Kemenkeu Ajak Siswa SMA Bina Insani Pahami APBN dan Pengelolaan Keuangan

Bogordaily.net – Kementerian Keuangan () Republik Indonesia hadir di SMA untuk menyelenggarakan Edukasi dan Literasi Keuangan, Jumat 19 Juli 2024.

Siswa kelas XI dan XII mendapatkan pemaparan dari para narasumber terkait Literasi Keuangan dan APBN. Juga mencakup transformasi ekonomi dalam rangka menciptakan Visi Indonesia Emas 2045 menjadi negara maju.

Diawali pemutaran video terkait keuangan Negara dan juga pengaturan keuangan. Tayangan tersebut berupaya menggugah audien untuk mewujudkan impiannya melalui pengelolaan keuangan dengan baik.

Melalui rajin menabung, menyisihkan dana, kalkulasi ulang uang yang dibelanjakan, atur pengeluaran dan terpenting tidak ikut-ikutan membeli yang memang tidak dibutuhkan Bahkan terkadang bila dipikirkan ulang tidak diinginkan.

Billy Gustyan dari DJPPR Kementerian Keuangan menekankan kita harus melek . Dimulai dari bisa membedakan kebutuhan dan keinginan.

“Sebetulnya gampang membedakannya. Apakah bila tidak dipenuhi itu akan berdampak buruk maka itu adalah kebutuhan. Bila tidak berpengaruh apa-apa bila kita tinggalkan maka itu hanya sebatas keinginan.”

Billy pun mengingatkan, upayakan pengelolaan keuangan diperhatikan “Jangan sampai uang saku hanya numpang lewat. Terus berjuang wujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Apalagi kalau kita bisa mewujudkannya dengan uang yang dihasilkan sendiri, akan memunculkan kepuasan tersendiri dan akan sangat kita pelihara. Juga bisa jadi, membeli keinginan menggunakan uang sendiri membuat lebih semangat dan rajin belajar. Terutama membentuk habit positif untuk masa depan.”

“Prinsip pengelolaan keuangan diawali aware dengan pemasukan dan tujuan, kemudian buat anggaran, pisahkan kebutuhan dan keinginan, sisihkan uang bukan disisakan sehingga bisa mencapai tujuan. Pun bila lebih lanjut ada keinginan untuk investasi, cari informasi dan belajar investasi. Tidak ada yang instan. Harus disiplin,” tambah Billy.

Hal penting lainnya adalah hal yang harus dihindari yaitu Fomo (Fear of missing out) yang bisa menimbulkan impulsive buying. Hindari membeli sesuatu yang viral.

Lainnya yang harus dihindari adalah keeping up with the joneses atau hanya mengejar gengsi atau tidak mau kalah dengan orang lain.

Selain itu, hindari hanya mengutamakan status atau disebut latte factor. Sering tidak disadari, latte factor ini berupa pengeluaran kecil-kecilan tetapi sebetulnya bila dikumpulkan besarannya besar.

Bagaimana caranya uang yang didapat tidak menguap begitu saja. Hindari hutang konsumtif.

Dalam kegiatan ini, siswa SMA mendapatkan pemaparan penting tentang pengelolaan keuangan. Belajar investasipun diperkenalkan. Bahkan, penjelasan sederhana terkait inflasi.

Penyadaran kondisi yang dirasakan semakin lama semakin menaik harga kebutuhan pokok. Jadi tidak cukup hanya menanbung tetapi lebih baik berinvestasi juga. Meski ada resiko.

Pengelolaan APBN

⁠Bagus Handoko dari Badan Kebijakan Fiskal Kementerian memaparkan terkait peran APBN sebagai perencanaan keuangan tahunan negara. Juga penjelasan tentang fungsi otorisasi, perencana, pengawasan, alokasi, distribusi dan stabilisasi keuangan negara.

Diulas juga terkait kewenangan dalam membelanjakan anggaran belanja negara, penggunaannya untuk pembangunan, infrastruktur atau lainnya.

Peran peramalan dan prediksi keuangan negara juga pemerataan keuangan yang berkeadilan pun diulas Bagus.

“Negara sudah memikirkan strategi Kebijakan APBN yang efektif. APBN itu harus sehat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, negara melakukan penguatan fungsi pokok kebijakan fiskal melalui sustainable development, pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan,” tambah Bagus.

Risqi Sita Novanti, Kepala Subbagian Edukasi Publik, Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Kementerian Keuangan menyatakan “Literasi Keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat. Literasi keuangan sangat bermanfaat bagi siswa agar mereka dapat mengelola sistem keuangannya kelak dan terhindar dari perilaku konsumtif,” harapannya, pendidikan literasi keuangan dapat diimplementasikan dengan mata pelajaran sekolah nantinya.

Cucup Shohibul Maqomat, Kepala Sekolah SMA menuturkan, “Kami sangat berterimakasih kepada atas kesempatannya. Siswa mendapatkan pencerahan dan penjelasan terkait APBN dan pengelolaan keuangan. Semoga siswa-siswa dan guru yang hadir bisa memulai untuk mendisiplinan diri untuk mencatat pendapatan dan pengeluaran, memerhatikan hal-hal kecil agar bisa leluasa dalam keuangan. Tidak mengedepankan gengsi, mampu membuat prioritas kebutuhan.”

Semoga dengan kegiatan ini diselenggarakan siswa dan guru bisa memasang target masa depan yang lebih baik.

Lalu, disiplin dalam menabung dan memulai untuk berinvestasi. Sambil terus waspada dengan investasi bodong dan kebiasaan berhutang, pungkas Cucup.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here