Friday, 4 April 2025
HomeKota BogorDishub Kota Bogor Renovasi JPO Paledang Tahun Depan

Dishub Kota Bogor Renovasi JPO Paledang Tahun Depan

Bogordaily.net – Dinas Perhubungan atau berencana untuk melakukan renovasi yang melintasi Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, pada tahun 2025.

Kepala , Marse Hendra Saputra mengatakan, rencana ini muncul sebagai respons terhadap wacana pembongkaran yang sempat diusulkan oleh Pemerintah Kota Bogor.

“Saat ini sedang disusun rencana detail untuk renovasi tersebut,” kata Kepala , Marse Hendra Saputra, Senin 19 Agustus 2024

Renovasi ini dijadwalkan untuk tahun depan karena pengajuan anggaran baru akan dilakukan.

Marse menjelaskan bahwa pengerjaan JPO nantinya akan melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Termasuk kemungkinan pendanaan dari Pemerintah Pusat atau melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor,” jelas Marse

Biaya yang diestimasi untuk renovasi JPO ini mencapai Rp2 miliar, yang akan digunakan untuk memperbaiki atap serta mengubah kemiringan tangga agar lebih aman dan nyaman digunakan.

Sebelumnya, kondisi yang semakin memprihatinkan sudah lama menjadi perhatian masyarakat.

Beberapa bagian jembatan, seperti lantai yang berlubang dan pegangan besi yang berkarat, belum mendapatkan perbaikan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang sering melintasi jembatan tersebut.

Selain kerusakan fisik, kebersihan di sekitar JPO juga menjadi masalah, dengan area yang sering kali dipenuhi sampah dan terlihat tidak terawat.

Awal tahun ini pembongkaran masih dipertimbangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Hal tersebut lantaran, Sky Bridge Stasiun Bogor-Stasiun Paledang sudah bisa dipergunakan dan akhir Januari 2024 diprediksi akan rampung.

Pemkot Bogor juga masih menunggu data dari PT KAI terkait data penumpang yang menggunakan .

“Masih menunggu data PT KAI, berapa banyak data penumpang KRL yang menggunakan Gate Barat dan Gate Timur karena ini akan berpengaruh pada penggunaan JPO di Paledang,” kata Kepala , Marse Hendra Saputra saat itu.

Menurut dia, analisa rekayasa lalulintas ketika dibongkar maka harus ada pekerjaan tambahan.

Seperti di persimpangan Kapten Muslihat, Paledang, dan di Jalan Mayor Oking karena ratio kendaraan saat ini berada di 0,75 yang artinya cukup padat.

(Muhammad Irfan Ramadan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here