Thursday, 3 April 2025
HomeKabupaten BogorInnalillahi, Mertua Calon Bupati Bogor Meninggal Dunia di Momen Pilkada 2024, Rudy...

Innalillahi, Mertua Calon Bupati Bogor Meninggal Dunia di Momen Pilkada 2024, Rudy Susmanto Ungkap Kesedihan Mendalam

Bogordaily.net – Kabar duka datang dari keluarga Calon Bupati Bogor nomor urut 1 di momen Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Diketahui, atau ibu dari istrinya Eva Marthiana dikabarkan meninggal pada Rabu, 27 November 2024 tepat di hari pencoblosan sekitar pukul 11.45 WIB.

Kabar tersebut beredar di grup Whatsapp usai momen pencoblosan calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor 2024.

Dalam pesan tersebut, pihak keluarga dari meminta maaf serta memohon doa kepada masyarakat agar almarhumah dapat diterima iman dan islam semasa hidupnya.

“Inalillahi waina illaihi rojiun…telah berpulang ke rahmatullah mertua dari bapak pada hari ini Rabu tgl 27 November 2024,pada pukul 11.45… mohon doa kepada seluruh teman teman agar almarhumah diterima iman islamnya dan dimasukan ke dalam surganya Allah SWT,” tulis pesan singkat dari perwakilan keluarga .

Sebelumnya usai pencoblosan di TPS 003 Kelurahan Pakansari, bersama sang istri Eva Marthiana sempat mengungkapkan kesedihannya, karena sang mertua tengah berada di rumah sakit dengan kondisi kritis.

“Kebetulan ini memang cobaan yang luar biasa buat kami. Jadi 3 hari sebelum pemilu, ibu saya atau mertua saya, ibu kandung istri saya, tinggal satu rumah dengan saya sudah cukup lama, beliau sudah sepuh dan kondisinya hari ini sedang kritis dirawat di RSUD Cibinong,” kata kepada wartawan, Rabu 27 November 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga sempat bertemu dengan salah satu tetangga yang mirip dengan mertuanya. Sehingga ia tak kuasa meluapkan kesedihannya dengan saling bertegur sapa.

“Tadi kalo ketemu “eyang eyang” tetangga saya tuh, soalnya mirip dengan ibu mertua, makannya istri saya mungkin inget. Ya mudah-mudahan nanti uti segera diberi kesehatan, bisa berkumpul kembali dengan keluarga,” jelasnya.

Namun pada momen Pilkada kali ini, harus larut dalam kesedihan karena salah seorang yang disayanginya tidak dapat mendampingi bersama.

“Ini momentum perjuangan bersama-sama, seharusnya kita bersama, tapi hari ini kita terpisah dengan orang yang kita sayangi dan cintai,” ungkap . ***

Albin Pandita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here