Thursday, 3 April 2025
HomeKabupaten BogorKabupaten Bogor Sukses Tekan Stunting, Status Gizi Balita Membaik

Kabupaten Bogor Sukses Tekan Stunting, Status Gizi Balita Membaik

Bogordaly.net – Status gizi balita di Kabupaten Bogor menunjukan tren yang positif seiring dengan menurunnya kasus di Kabupaten Bogor tahun 2024 ini.

Berdasarkan sumber data EPPGBM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, menurun  menjadi 1,91 persen imbas dari keberhasilan program Gotasmil yang telah dilaksanakan selama periode Agustus sampai dengan Oktober 2024.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Agus Fauzi mengungkapkan bahwa, upaya pemenuhan gizi merupakan salah satu amanat Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 tahun 2023 yang ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perorangan dan masyarakat.

Tentunya melalui perbaikan pola konsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Juga dilakukan melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi yang sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi, serta peningkatan kewaspadaan dan peringatan kerawanan pangan dan gizi.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melakukan publikasi status gizi balita, data yang diperoleh adalah data prevalensi status gizi balita terkini pada skala puskesmas, kecamatan, dan desa dari hasil pengukuran berat badan, tinggi badan anak dibawah lima tahun,” kata Agus Fauzi, Kamis 5 Desember 2024.

“Data ini akan kami jadikan untuk memperkuat komitmen Pemkab Bogor dan masyarakat dalam gerakan pencegahan dan penurunan ,” tambahnya.

Ie menjelaskan, melihat besarnya kerugian akibat balita , maka Pemkab Bogor terus melakukan upaya intervensi yang komprehensif untuk mencegah dan menanggulangi masalah gizi baik, melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif dalam upaya mewujudkan Bogor Bebas (Gobest).

Terdapat 8 integrasi yang dilakukan guna terwujudnya Gobest, diantaranya melalui pengukuran dan publikasi yang bertujuan untuk  mengetahui status gizi anak sesuai umur, memantau kemajuan tumbuh kembang anak secara berkala.

Kemudian, mengembangkan program kegiatan yang sesuai untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi keluarga, pengasuh dan masyarakat dalam menjaga tumbuh kembang balita secara maksimal.

“Pengukuran prevalensi ini kita lakukan secara masif mulai dari tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten Bogor secara berkala, kemudian dilaporkan secara berjenjang mulai dari posyandu kemudian ke tingkat Dinas Kesehatan,” ujar Agus Fauzi.

Tidak hanya itu, menurutnya pengukuran prevalensi ini juga sangat penting untuk meningkatkan efektivitas penentuan target layanan dan memantau proses perencanaan di tingkat Desa, hingga Kabupaten juga advokasi kepada unit terkait di pemerintahan daerah untuk mengintegrasikan program percepatan penurunan prevalensi .

“Tentunya kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Perangkat Daerah dan unsur kemasyarakatan yang telah konsisten mendukung dan melaksanakan kegiatan percepatan penurunan di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Selain itu,  mengoptimalkan peran para kader pembangunan manusia di Desa dan implementasi penggunaan Dana Desa untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pengurangan gizi buruk dan perbaikan sanitasi, merupakan upaya lain dalam mempercepat penurunan angka di Kabupaten Bogor.

“Optimalisasi peran kader pembangunan manusia di desa ini kita lakukan untuk mengidentifikasi cakupan lima paket pelayanan pencegahan stunting bagi sasaran 1.000 hari pertama kehidupan. Mudah-mudahan ini bisa menentukan perencanaan upaya perbaikan dan optimalisasi pencegahan dan penurunan stunting di masa yang akan datang,” ungkap Agus Fauzi.(Albin Pandita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here