Bogordaily.net – Tahun 2025 segera hadir dalam beberapa hari ke depan. Tantangan berkarier dan berbisnis di Sektor Kesehatan semakin ketat. Para Dokter, Apoteker, Tenaga Vokasi Farmasi, Perawat, Bidan, dan Tenaga Kesehatan lainnya, harus memiliki kompetensi di bidang hardskill- sebagai pondasi profesional di Bidang Kesehatan.
Kompetensi hardskill saja, ternyata tidak cukup, Tenaga Kesehatan juga harus ditunjang oleh kompetensi softskills- yang akan mampu meningkatkan daya saing Profesi Kesehatan, agar tetap
kompetitif menghadapi dunia kerja dan bisnis di Sektor Kesehatan.
Menurut Coach Karyanto, Personal Branding Export yang memiliki pengalaman di Industri Farmasi dan Alat Kesehatan lebih dari 20 tahun- bahwa di era digital, profesi Tenaga Kesehatan harus ditunjang oleh kemampuan kompetensi softskill yang handal.
“Softskill Public Speaking dan Personal Branding adalah dua softskill yang menjadi kebutuhan utama profesi di Bidang Kesehatan era digital,” ungkap Coach Karyanto dihadapan 1.020 peserta
Webinar Pengurus Pusat Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) pada 15 Desember 2024.
Di era persaingan yang sangat ketat ini, Personal Branding bukan sekedar pilihan bagi Tenaga Kesehatan, tetapi sebuah kebutuhan.
“Tingkatkan kredibilitas, perluas visibilitas, dan raih akses peluang karier dan bisnis baru dengan membangun Personal Branding yang kuat bagi para Tenaga Kesehatan Indonesia,” Coach
Karyanto menegaskan.
Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukan bahwa 63% orang cenderung membeli produk atau jasa dari orang yang dikenal baik dan memiliki reputasi yang kuat (personal branding). 57% dari
mereka juga bersedia merekomendasikan orang tersebut ke teman atau kenalannya. 55% kemungkinan akan melakukan bisnis dengan orang yang punya personal branding yang kuat.
7 Softskill Utama Hadapi Tantangan Karier & Bisnis Tahun 2025
Coach Karyanto menyebutkan ada 7 Softskill Utama untuk menghadapai tantangan karier dan bisnis tahun 2025, yaitu: Communication Skills & Personal Branding, Critical Thinking & Problem Solving, Leadership & Collaboration, Adaptability & Resilience, Creativity & Innovation, Time Management & Productivity, Emotional Intelligence.
Mengapa kita harus membangun Personal Branding?
Coach Karyanto memaparkan bahwa orang baik belum tentu dikenal sebagai orang baik. Orang kompeten belum tentu dikenal sebagai orang kompeten. Demikian sebaliknya, persepsi publik dapat berbeda dengan realita. Untuk itu,
diperlukan Personal Branding.
“Inilah realitas kehidupan, terkadang fakta tidak sesuai dengan realitas yang terjadi di masyakarat,” lanjut Coach Karyanto sembari mengingatkan: “Jangan sampai Personal Brand kita,
justru dibangun oleh orang lain.”
Dengan Personal Branding yang kuat, Coach Karyanto diundang sebagai narasumber lebih dari 100 event Nasional dan Internasional, Observasi Potensi Herbal di 15 negara, dan menulis Buku
dan eBook sebanyak 17 Judul, diantaranya viral beberapa tahun yang lalu.
Mindset Membangun Personal Branding
Mindset (pola pikir) adalah serangkaian keyakinan yang membentuk cara memahami dunia dan diri sendiri. Pola pikir memengaruhi cara berpikir, empati, dan berperilaku dalam situasi apa pun. Artinya, apa yang diyakini tentang potensi diri memengaruhi keberhasilan atau kegagalan.
Menurut Psikolog Stanford University, Carol Susan Dweck, keyakinan memainkan peran penting
dalam apa yang diinginkan dan apakah ingin mencapainya.
Dweck membedakan dua tipe utama mindset yang dimiliki oleh individu:
1. Fixed Mindset (Pola pikir tetap) dan
2. Growth Mindset (Pola pikir berkembang).
Coach Karyanto menambahkan bahwa ciri-ciri seseorang memiliki Growth Mindset, antara lain:
Berpendapat kecerdasan dapat dikembangkan, Berani menerima tantangan, Kesuksesan dijadikan motivasi, Kegagalan sebagai proses pembelajaran, Konsisten mencapai tujuan, Feedback sebagai cara mendapatkan perbaikan.
Mengutip pendapat Montoya, Pakar Personal Branding, Coach Karyanto menyebutkan bahwa: “Personal Branding merupakan proses yang mengantarkan seseorang memiliki keterampilan, kepribadian & karakteristik yang unik, membingkainya menjadi identitas diri yang sangat kuat melebihi pesaing.”
Dalam pandangan Coach Karyanto, ada lima benefit jika Tenaga Kesehatan membangun Personal Branding, yaitu: Meningkatkan Karier & Bisnis, Meningkatkan Visibilitas, Membangun Jaringan Profesional, Meningkatkan Kredibilitas, Meningkatkan Kehadiran Digital. ***