Bogordaily.net – Masih adanya balita stunting di Kota Bogor, menjadi perhatian utama anggota DPRD Kota Bogor Desy Yanthi Utami.
Disela aktifitasnya menjadi wakil rakyat, Desy tetap menyempatkan waktunya setiap satu bulan sekali untuk menyerahkan bantuan Penyediaan Makanan Tambahan (TMP) bagi balita stunting di wilayah Kota Bogor, khususnya di Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Timur.
Seperti pada kegiatan reses, Rabu 26 Februari 2025, Desy menyerahkan PMT kepada 18 orang balita stunting yang di Kelurahan Babakan. Kemudian dilanjutkan dengan menyerahkan PMT ke 11 orang balita stunting di Kelurahan Sukasari.
Kegiatan penyerahan PMT itupun ternyata suda menjadi kegiatan rutin yang dilakukannya, baik sebelum menjadi anggota DPRD, sehingga ketika sudah menjadi wakil rakyat, Desy tetap konsisten dan membantu balita stunting di seluruh wilayah Kota Bogor.
“Saya memang rutin memberikan PMT setiap bulan ke kelurahan-kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Timur dan Kecamatan Bogor Tengah, terutama bagi wilayah yang memiliki balita stunting. Ini bentuk tanggung jawab saya dan komitmen saya untuk membantu mengentaskan stunting di Kota Bogor,” ucap Desy kepada wartawan disela kegiatan reses di Kelurahan Sukasari.
Bantuan PMT yang diberikan, lanjut Ketua HWK Kota Bogor ini, berupa makanan sehat khusus untuk anak-anak stunting.
Ia berharap, dengan intervensi bantuan PMT yang diberikannya rutin setiap satu bulan sekali, dapat menurunkan angka kasus stunting di Kota Bogor.
“Harapan kita semua seperti itu, kasus stunting di Kota Bogor ini bisa teratasi. Saya akan terus keliling di wilayah-wilayah, dan nanti dibantu oleh para pengurus dan kader HWK Kota Bogor, bagaimana kita membantu penanganan stunting ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Desy juga mengaku menerima sejumlah aspirasi dari warga di wilayah Kelurahan Sukasari. Ia mengaku bahwa salah satu topik yang banyak disampaikan adalah masalah lingkungan yang berada di sekitar Sungai Ciliwung.
Meskipun ranah kebijakan sungai ini berada di wilayah Provinsi Jawa Barat, Desy berkomitmen untuk mengkomunikasikan masalah tersebut dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, khususnya dari Fraksi Golkar.
“Memang masalah ini berada di wilayah Provinsi Jawa Barat, namun saya akan berusaha mengkomunikasikan ini dengan rekan-rekan dewan di sana, agar ada langkah-langkah yang lebih konkret untuk menangani masalah ini,” jelasnya.
Selain masalah terkait sungai, sambung Srikandi Golkar yang akrab disapa Dea ini, warga juga menyampaikan keluhan terkait kebutuhan kebencanaan, perbaikan infrastruktur, perbaikan mushala.
Termasuk soal pendidikan untuk penambahan kelas di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak.
“Aspirasi yang disampaikan warga akan segera kami bahas lebih lanjut di komisi-komisi yang ada di DPRD. Tentunya, jika ada yang dapat segera ditindaklanjuti, kami akan realisasikan dan komunikasikan dengan dinas-dinas terkait,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Bogor Timur, Feby Darmawan menambahkan bahwa terkait potensi bencana yang ada di wilayah Sukasari.
Menurut Feby, kawasan ini memiliki kontur tanah yang berundak, sehingga sering terjadi longsor yang berdampak pada kerusakan rumah warga, seperti retaknya tembok rumah.
Namun, masalah utama yang dihadapi adalah rumah-rumah yang terkena dampak bencana tetapi tidak memiliki alas hak, sehingga tidak bisa mendapatkan bantuan dari program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). ***
Ibnu Galansa