Bogordaily.net – Lembaga Survei (LS) Visi Nusantara Maju (Vinus) melaksanakan diskusi media membahas arah peta pendidikan di Kabupaten Bogor.
Dengan mengambil tema, “Dibawa Kemana Peta Jalan Pendidikan Kabupaten Bogor” diskusi tersebut berlangsung di kantor LS Vinus, Cibinong, pada Rabu 26 Februari 2025.
Turut dihadiri langsung Politisi PSI sekaligus Content Creator Ronald A Sinaga (Bro Ron) yang terkenal gencar dengan memberantas terkait penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang terjadi di beberapa sekolah di Kabupaten Bogor.
Fonder LS Vinus Yusfitriadi menjelaskan bahwa, saat ini masih banyak sekolah yang dinilai belum memiliki karakter unggul untuk dapat mendorong siswa menjadi generasi emas.
“Siswanya kita dorong untuk diberikan karakter tapi instrumen pendidikan lainnya tidak memiliki karakter itu akan jauh dari harapan,” kata Yusfitriadi kepada wartawan, Rabu 26 Februari 2025.
Menurut Yusfitriadi, apabila guru tidak memiliki karakter, kepsek tidak punya karakter atau dinas, dan kementriannya tidak punya karakter, termasuk masyarakat. Maka, akan sulit untuk mewujudkan generasi emas pada 2045 mendatang.
“Saya pikir akan berat untuk kita bisa mewujudkan generasi generasi yang bisa membanggakan,” jelasnya
Ia menjelaskan, peran pengawasan dari sekolah diperlukan agar meningkatkan karakter siswa. Sehingga terhindar dari beberapa tindakan yang dinilai dapat merugikan masyarakat.
“Tentu saya fikir disini kita bisa berdiskusi berbagai macam karakter pendidikan, kita sering melihat di berbagai media misalnya siswa tawuran siswa melawan guru, siswa melawan orang tua,” ujar Yusfitriadi.
Selain itu, saat ini masih banyak kasus pendidikan yang belum terselesaikan, salah satunya terkait maraknya penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di wilayah Kabupaten Bogor.
Sehingga, kata Yusfitriadi, hal tersebut perlu adanya pengawasan dari pemerintah dan juga berbagai pihak, agar kasus tersebut tidak merugikan para siswa maupun orang tua siswa.
“Begitupun ramai kepala sekolah yang banyak melakukan pungutan liar hari ini dengan program program yang tidak efektif dan tidak efisien dan memberatkan orang tua siswa,” ungkapnya.***
Albin Pandita