Bogordaily.net – Dokter Spesialis Bedah Vaskular, dr. Embong Wicaksono, Sp.B, Subsp. BVE (K) dari Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug, menjelaskan prosedur akses cuci darah yang penting bagi pasien gagal ginjal yang akan atau sudah menjalani cuci darah secara rutin.
Menurut dr. Embong, terdapat dua jenis akses cuci darah yang umum digunakan, yaitu kateter double lumen (CDL) dan jalur khusus melalui penyatuan arteri dan vena.
1. Kateter Double Lumen (CDL)
Kateter ini merupakan alat khusus yang dipasang di bagian tubuh seperti leher atau paha, baik di sisi kiri maupun kanan.
CDL sendiri terbagi menjadi dua jenis berdasarkan jangka waktu penggunaannya.
“CDL temporer digunakan dalam jangka waktu pendek, sekitar satu minggu. CDL long-term bisa digunakan dalam jangka waktu lebih lama, dari beberapa bulan hingga tahunan,” kata dr. Embong, Selasa 25 Februari 2025.
2. Jalur Cuci Darah Melalui Penyatuan Arteri dan Vena
Prosedur ini dilakukan dengan cara menyambungkan aliran darah dari arteri ke vena, sehingga dalam kurun waktu tertentu, jalur tersebut siap digunakan untuk proses cuci darah.
Dr. Embong menekankan bahwa masing-masing prosedur memiliki kelebihan dan kekurangannya.
CDL memiliki keunggulan dalam akses yang lebih cepat, sementara metode penyatuan arteri dan vena memberikan solusi jangka panjang yang lebih stabil.
“Bagi pasien gagal ginjal yang membutuhkan akses cuci darah, sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter di RS Murni Teguh Ciledug untuk mendapatkan rekomendasi terbaik sesuai kondisi masing-masing,” ujar dr. Embong.
Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi medis, pasien dapat menghubungi RS Murni Teguh Ciledug melalui layanan informasi rumah sakit.***
Ibnu Galansa