Bogordaily.net – Sekolah Bosowa SMA Bina Insani menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Survival (DIKLATSAR) bagi siswa-siswi dari ekstrakurikuler Pramuka, PMR, dan Paskibra. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis-Jumat, 13-14 Februari 2025, di lingkungan Sekolah Bosowa SMA Bina Insani Kota Bogor.
Mengusung tema Melalui Kepemimpinan Mewujudkan Generasi Tangguh, Disiplin, dan Berwawasan Global, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 120 siswa, dengan 80 di antaranya menginap. Sebanyak 12 guru dan karyawan turut mendampingi para peserta sepanjang acara.
Dwinanto, guru sekaligus ketua pelaksana DIKLATSAR, dalam wawancara usai acara menyatakan bahwa kegiatan ini pada dasarnya bertujuan untuk mengukuhkan peserta ekstrakurikuler Pramuka, PMR, dan Paskibra.
“Idealnya kegiatan ini dilaksanakan di awal tahun ajaran, maksimal tiga bulan setelah masuk sekolah, karena sifatnya sebagai pengukuhan. Namun, tetap ada nilai-nilai seperti disiplin, kemandirian, dan kerja sama yang bisa kita tanamkan melalui kegiatan ini,” ujar Dwinanto.
Apel pembukaan dilaksanakan di lapangan basket Sekolah Bosowa SMA Bina Insani dengan seluruh peserta berbaris rapi.
Dalam apel tersebut, Kepala Sekolah Bosowa SMA Bina Insani, Cucup Shohibul Maqomat, menyampaikan amanatnya. Beliau berpesan agar para peserta mengikuti DIKLATSAR dengan baik supaya dapat merasakan manfaatnya secara maksimal.
Setelah apel, kegiatan dilakukan secara terpisah sesuai dengan masing-masing ekstrakurikuler, kecuali api unggun dan apel penutupan yang dilaksanakan secara bersama-sama.
PMR, yang dibina oleh Kak Nuh, berlatih berbagai kecakapan dalam pertolongan pertama dan tanggap darurat.
Mereka diajarkan cara menangani orang pingsan, termasuk teknik pertolongan pertama dan metode menggendong korban jika tidak tersedia tandu.
Pada malam harinya, mereka berlatih membuat POS tanggap bencana dalam kelompok, kemudian mempresentasikan maket yang mereka buat di depan peserta lainnya.
Sementara itu, Pramuka yang dibimbing oleh Kak Okky berlatih berbagai keterampilan kepramukaan.
Pada malam harinya, peserta ditantang untuk menemukan tanda anggota yang akan digunakan dalam pengukuhan.
Di sisi lain, Paskibra yang dibimbing oleh Kak Ilyas lebih banyak berfokus pada keterampilan baris-berbaris serta kegiatan bonding untuk mempererat kekompakan tim.
Pada pagi hari saat apel penutupan DIKLATSAR, Kepala Sekolah SMA Bina Insani secara resmi mengukuhkan peserta ekstrakurikuler Pramuka, PMR, dan Paskibra.
Masing-masing peserta diberikan tanda pengukuhan berupa bet atau Syal sebagai simbol keanggotaan mereka.
Dengan terselenggaranya DIKLATSAR ini, diharapkan para siswa dapat semakin disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat guna menghadapi berbagai tantangan di masa depan.***