Friday, 4 April 2025
HomeKabupaten BogorOgah Demo di Jakarta Tuntut THR, Driver Ojol di Bogor Ini Bilang...

Ogah Demo di Jakarta Tuntut THR, Driver Ojol di Bogor Ini Bilang Sia-sia

Bogordaily.net – Ribuan driver ojek online (Ojol) menggelar aksi menuntut adanya tunjangan hari raya () di kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Jakarta, pada Senin 17 Februari 2025.

Aksi demonstrasi itu justru mendapat beragam pro kontra dari kalangan driver ojek online (Ojol) di wilayah penyangga ibukota, yakni Kabupaten Bogor.

Salah satu driver asal Cibinong, Dede (30) dengan tegas menolak gerakan aksi demonstrasi di Jakarta, yang menuntut agar para mendapatkan .

Menurutnya, saat melamar menjadi mitra di perusahaan ojol perlu membaca teliti perjanjian kemitraan yang diberikan oleh pihak perusahaan.

Ia juga mengumpat, jika ingin memperoleh agar kerja saja di PT dan tidak tergabung dalam perjanjian kemitraan .

“Kalau pengen dapet ya kerja pabrik lah  ya kan kita mah mitra dalam tanda kutipnya freelance ya lu pengen dapet duit ya lu kerja narik lah kalo engga juga ya udah,” kata Dede kepada wartawan, Senin 17 Februari 2025.

Ia menjelaskan, lebih baik tersendat kemacetan karena mengantar penumpang dibanding unjuk rasa dengan menuntut .

“Kalau nuntut pasti ada kebijakan lain lagi, kalau menurut gua sih gitu makanya kenapa gua tetep narik ya narik aja ngapain juga ,” jelasnya.

Sementara itu, driver lainya Eka (42) mengakui bahwa, beberapa driver ada yang mogok kerja untuk memberikan rasa respect antara satu sama lain. Namun dia tetap teguh untuk memperoleh uang dengan cara membawa penumpang.

Menurutnya, unjuk rasa sudah sering kali dilakukan dan belum terasa nyata dampaknya, ia meyakini hal tersebut hanya sia-sia.

“Gausah dlu deh potongan aja dlu turunin jadi 10 persen kayak dulu itu aja. Yang kesekian kalinya ga cuman sekali tapi ya ngapain cuma-cuma juga mending narik,” ujar Eka.

“Kalo kata saya mah sia sia apalagi masih banyak yang lebih penting. Kalo jadi pemerintah juga ga akan mau,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, pada waktu lalu terdapat massa aksi demonstrasi dari beberapa driver ojol yang melakukan aksi sweeping. Sehingga, ia harus mengantar penumpang tanpa atribut ojol.

“Kita ngga tau si, ngga ada imbauan juga dan ngga ada sweeping kaya waktu itu, ada yang bikin orderan fiktif dan sekarang ada. Intinya yang mau aja. Kalau dulu iya sweeping saya ngojek ga pakai atribut, kalo sekarang mah ngga,” ungkap Eka.***

Albin Pandita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here