Monday, 31 March 2025
HomeBeritaBelajar, Berkarya, Menginspirasi: Perjalanan Sarah Anjani Menjadi Asisten Dosen

Belajar, Berkarya, Menginspirasi: Perjalanan Sarah Anjani Menjadi Asisten Dosen

Bogordaily.net – Sarah Anjani, lulusan program studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan ikan (IKN) IPB University, telah menapaki perjalanan akademik yang menarik hingga akhirnya menjadi asisten dosen di kampus almamaternya. Lahir dan besar di Riau, Sarah menempuh pendidikan dasar dan menengah di daerah asalnya sebelum akhirnya melanjutkan ke IPB University melalui jalur rapor khusus vokasi.

Ketertarikan Sarah terhadap dunia perikanan bermula dari keinginannya untuk berkuliah di IPB University. Setelah melakukan berbagai riset mengenai program studi yang tersedia, ia memilih IKN sebagai pilihan utama.

Baginya, sektor perikanan memiliki prospek yang menjanjikan karena selama manusia masih membutuhkan pangan, sektor ini akan terus berkembang. Selain itu, dengan semakin berkembangnya teknologi dan inovasi dalam bidang perikanan, Sarah melihat bahwa ada banyak peluang yang bisa digali di industri ini.

Selain itu, Program Studi IKN juga menjadi salah satu program studi yang memiliki akreditasi A, sehingga menjadi salah satu Prodi yang unggul di Fakultas Sekolah Vokasi IPB.

Selama masa kuliah, Sarah aktif dalam berbagai organisasi, termasuk organisasi mahasiswa daerah (OMDA) yakni Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Riau Bogor (IKPMR Bogor) dan tim medis kampus, Medical Team.

Pengalaman organisasi ini membentuk keterampilannya dalam manajemen waktu dan kepemimpinan. Ia sering terlibat dalam berbagai kegiatan kepanitiaan dan proyek kolaboratif yang menuntut kerja sama tim serta kemampuan komunikasi yang baik.

Di semester tujuh, saat mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), salah satu dosen pembimbingnya menawarkan kesempatan untuk menjadi asisten dosen. Tanpa ragu, Sarah menerima tawaran tersebut dan mulai mengajar di mata kuliah Karya Tulis Ilmiah.

Menjadi asisten dosen bukanlah tugas yang mudah. Sarah harus mengajar di kelas dengan jumlah mahasiswa yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dengan lebih dari 40 mahasiswa dalam satu kelas, tantangan terbesar baginya adalah memastikan bahwa semua mahasiswa memahami materi yang disampaikan.

Untuk mengatasi hal ini, Sarah menerapkan metode pembelajaran berbasis analogi agar konsep yang diajarkan lebih mudah dipahami oleh mahasiswa.

Ia juga sering menggunakan studi kasus nyata dalam perkuliahan agar mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan praktik di dunia nyata.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Sarah adalah ketika ia harus mengoordinasi kegiatan field trip ke Pamijahan bersama lebih dari 80 mahasiswa dengan jumlah dosen dan asisten yang terbatas.

Pengalaman ini mengajarkannya pentingnya koordinasi dan manajemen dalam dunia akademik.

Selama perjalanan tersebut, Sarah harus memastikan bahwa seluruh mahasiswa memahami tujuan dari field trip, tetap disiplin, serta mampu menyerap ilmu yang diberikan di lapangan.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti logistik dan koordinasi yang kompleks, ia berhasil menjalankan kegiatan tersebut dengan baik.

Di luar aktivitas mengajar, Sarah memiliki ketertarikan dalam kegiatan sosial. Setiap enam bulan sekali, ia aktif dalam kegiatan relawan, khususnya di bidang medis.

Hal ini sejalan dengan latar belakangnya sebagai anggota tim medis saat masih menjadi mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan sosial adalah salah satu cara untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan membangun empati terhadap berbagai permasalahan sosial yang ada.

Ia sering berpartisipasi dalam kegiatan pengobatan gratis, edukasi kesehatan bagi masyarakat pesisir, serta kampanye lingkungan terkait kelautan dan perikanan.

Saat ini, Sarah tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Ia percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang dapat membuka lebih banyak peluang di masa depan.

Selain itu, ia juga ingin memperdalam keahliannya di bidang perikanan, terutama dalam aspek keberlanjutan dan inovasi teknologi perikanan.

Ia berharap bahwa dengan melanjutkan studi, ia dapat berkontribusi lebih besar dalam pengembangan industri perikanan di Indonesia.

Dalam pesannya kepada mahasiswa, Sarah menekankan pentingnya eksplorasi diri selama kuliah.

Menurutnya, program seperti MBKM memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa untuk menemukan passion mereka sebelum terjun ke dunia kerja.

Ia juga menyarankan mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada, seperti magang, penelitian, serta kompetisi akademik untuk memperkaya pengalaman mereka.

Manfaatkan waktu dalam perkuliahan sebaik mungkin untuk mengetahui minat sejati dari diri sendiri, agar kedepannya dapat menekuni bidang yang diminati.

“Mahasiswa sekarang punya banyak peluang untuk eksplorasi diri. Jangan takut mencoba berbagai kesempatan, karena dari situ kita bisa menemukan apa yang benar-benar kita minati. Jangan ragu untuk belajar hal baru, coba saja dahulu jangan takut gagal, karena di situlah kita bisa berkembang,” pesannya.

Dengan semangat belajar yang tinggi dan kepedulian terhadap dunia pendidikan, Sarah Anjani terus berkontribusi dalam membimbing mahasiswa di IKN IPB University.

Perjalanannya membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, seseorang dapat mencapai apa yang dicita-citakan.

Sarah Anjani berharap dapat terus menginspirasi mahasiswa untuk terus berjuang, menggali potensi diri, dan berkontribusi dalam kemajuan industri perikanan di Indonesia.***

Balyan Firjatullah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here