Bogordaily.net – Industri pangan memainkan peran krusial dalam kehidupan manusia, tidak hanya dalam memastikan ketersediaan makanan tetapi juga dalam menjaga kualitas dan keamanannya.
Di balik layar, ada para profesional yang berdedikasi dalam mengembangkan produk, mengawasi mutu, serta memastikan standar keamanan pangan terpenuhi. Salah satu sosok yang telah mendedikasikan dirinya di bidang ini adalah Ida Farida, STP, MSc.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Ida telah berkarier di berbagai perusahaan besar, baik nasional maupun internasional, serta terjun langsung dalam proyek pengembangan agribisnis bersama The World Bank. Tak hanya itu, ia juga membagikan ilmunya sebagai dosen praktisi di Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB).
Awal Perjalanan: Dari Teknologi Pangan hingga Magang di Unilever
Lahir pada 24 April 1979 di Jakarta, Ida Farida menunjukkan ketertarikan pada dunia ilmu pengetahuan dan teknologi sejak kecil. Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, ia melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) mengambil jurusan Teknologi Pangan.
Ketertarikannya pada industri ini semakin berkembang saat ia menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Unilever Indonesia. Selama tiga bulan magang, Ida tidak hanya mempelajari sistem kerja perusahaan multinasional tetapi juga mendapatkan kesempatan menyusun skripsinya di sana.
Pengalamannya di Unilever memberikan pemahaman mendalam tentang pengolahan pangan, pengendalian mutu, serta standar industri yang ketat.
Menjelajahi Dunia Jurnalistik Sebelum Kembali ke Industri Pangan
Setelah lulus dari IPB, Ida mendapat tawaran kerja di divisi _Research and Development_ (R&D) Unilever. Namun, sebelum terjun ke dunia industri, ia ingin mengeksplorasi bidang lain terlebih dahulu. Keinginannya untuk mencoba hal baru membawanya ke dunia jurnalistik, di mana ia sempat bekerja sebagai reporter.
Meskipun dunia media menarik dan penuh tantangan, Ida menyadari bahwa _passion_ utamanya tetap di industri pangan. Dengan kesadaran itu, ia kembali ke jalur yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Mengawali Karier di Industri Pangan: Tripper Nature dan Kraft Foods
Pada tahun 2002, Ida memulai perjalanan profesionalnya di PT Tripper Nature, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan rempah-rempah. Ia menjabat sebagai _Quality and Product Development Specialist_, bertanggung jawab atas:
– Menjaga standar kualitas produk
– Mengembangkan inovasi dalam pemrosesan rempah-rempah
– Menerapkan sistem manajemen mutu berbasis standar keamanan pangan global
Setelah hampir dua tahun di Tripper Nature, Ida mencari tantangan baru. Pada akhir 2003, ia bergabung dengan Kraft Foods International, salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia, sebagai _Quality Assurance Specialist_.
Di Kraft Foods, Ida semakin memahami bagaimana perusahaan multinasional mengelola sistem keamanan pangan dengan struktur kerja yang lebih terorganisir dibandingkan perusahaan lokal. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam kariernya di dunia industri pangan.
Pengalaman Berharga di The World Bank: Terjun Langsung ke Masyarakat
Dari berbagai posisi yang pernah diembannya, pengalaman bekerja sama dengan The World Bank dalam proyek pengembangan agribisnis menjadi yang paling berkesan bagi Ida. Berbeda dari industri pangan yang berorientasi pada produksi dan distribusi, proyek ini membawanya langsung ke masyarakat, memahami kondisi riil para petani dan pelaku usaha di sektor agribisnis.
Di sinilah ia melihat secara langsung tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan akses ke teknologi hingga rendahnya pemahaman mengenai standar keamanan pangan.
Pengalaman ini membuka wawasannya bahwa industri pangan tidak hanya sebatas produksi di pabrik, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar terhadap kehidupan masyarakat.
Lanjut S2 ke University of Reading UK melalui Beasiswa Chevening
Setelah mengemban karirnya di The World Bank, ia melanjutkan studinya di University of Reading UK melalui beasiswa Chevening, program beasiswa penuh dari pemerintah Inggris untuk studi pascasarjana (S2) di Inggris. Di sana ia mengambil jurusan _Food Economy and Marketing_ karena ia ingin memahami _food marketing_ sekaligus juga teknologi prosesnya.
Hanya dibutuhkan 1 tahun untuk menyelesaikan S2 di sana karena ia mengaku kuliahnya pun cukup padat. “Mau sambil bekerja pun sepertinya sulit.”_ ujarnya.
Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa kuliah di dalam dan di luar negeri hampir tidak memiliki perbedaan, hanya saja salah satu hal yang menguntungkan dengan menempuh pendidikan di luar negeri adalah menambah _networking_ yang cukup luas.
Bekerja di Industri Food Service
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Inggris, Ida melanjutkan kariernya di industri makanan, khususnya di bidang _Food Service_. Ia bergabung dengan PT Aerofood Indonesia, perusahaan yang masih menjadi bagian dari grup PT Garuda Indonesia, yang bergerak di layanan katering penerbangan.
Ida menghabiskan hampir 13 tahun di PT Aerofood dan telah menduduki berbagai posisi strategis selama di sana, mulai dari _Quality Assurance, Product Development, hingga Project Development_. Jabatan terakhir yang diembannya adalah _Senior Manager Corporate QAHSE (Quality Assurance, Health, Safety, and Environment)._
Menjadi Dosen Praktisi: Berbagi Ilmu untuk Generasi Muda
Sejak 2021, Ida juga berkontribusi dalam dunia akademik sebagai dosen praktisi di Sekolah Vokasi IPB. Ia mengajar mata kuliah seperti:
– Sanitasi dan Higiene
– Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP)
– Pengembangan Produk Baru dan Pemasaran
Visi ke Depan: Membawa Kebermanfaatan bagi Masyarakat
Bagi Ida, keberhasilan bukan hanya tentang posisi atau jabatan, tetapi sejauh mana ia bisa memberikan manfaat bagi orang lain.
”Tidak menutup kemungkinan mungkin nanti saya akan mempunyai usaha sendiri, mempekerjakan orang lain, dan membawa kebermanfaatan untuk masyarakat luas.”
Kesimpulan
Perjalanan karier Ida Farida adalah bukti bahwa eksplorasi dan pengalaman beragam dapat membentuk profesional yang lebih matang.
Dari magang di Unilever, mencoba dunia jurnalistik, bekerja di berbagai perusahaan pangan multinasional, terjun ke masyarakat bersama The World Bank, melanjutkan pendidikan di UK melalui beasiswa Chevening, pindah jalur ke _Food Service_, sehingga menjadi dosen praktisi di IPB.
Ida telah mengukir jejak sebagai profesional yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kini, dengan segudang pengalaman dan ilmu yang dimilikinya, Ida terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi industri pangan dan generasi muda yang ingin meniti karier di bidang ini.***