Wednesday, 2 April 2025
HomeBeritaDampak Negatif Kebiasaan Bermain Gadget terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Usia Dini dan...

Dampak Negatif Kebiasaan Bermain Gadget terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Usia Dini dan Pentingnya Pengawasan Orang Tua

Bogordaily.net – Seiring perkembangan zaman, kehidupan manusia semakin memasuki era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi. Saat ini, hampir semua aktivitas manusia dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat karena kehadiran teknologi yang terus berkembang pesat. Salah satu perkembangan teknologi yang paling berpengaruh adalah dalam kehidupan sehari-hari adalah kemunculan gadget.

Gadget menjadi alat yang mendukung berbagai aspek kehidupan manusia, terutama dalam hal komunikasi. Jika dahulu komunikasi membutuhkan waktu yang cukup lama, kini, dengan adanya teknologi, informasi dapat disampaikan dengan cepat dan efisien.

Pada awal kemunculannya, gadget diciptakan untuk mempermudah manusia dalam berkomunikasi dan mengakses informasi.

Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi ini semakin berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, termasuk anak-anak.

Saat ini, penggunaan gadget tidak hanya terbatas pada orang dewasa, tetapi juga telah merambah pada anak-anak, bahkan sejak anak usia dini.

Dampak Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini

Penggunaan gadget pada anak usia dini, terutama pada masa golden age (1-5 tahun), dapat membawa dampak negatif. Pada usia ini, perkembangan intelektual, emosional, dan sosial anak berlangsung sangat pesat.

Oleh karena itu, paparan terhadap gadget yang berlebihan tanpa pengawasan dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Salah satu dampak negatif yang sering terjadi adalah ketergantungan anak pada gadget, yang dapat menghambat kemampuan komunikasi mereka.

Anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan mengalami kesulitan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya.

Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan juga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, seperti gangguan penglihatan, postur tubuh yang buruk akibat terlalu lama duduk, serta berkurangnya aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak.

Dampak lain yang perlu diperhatikan adalah gangguan psikologis dan perilaku. Anak yang terlalu sering bermain gadget lebih rentan mengalami gangguan emosi, seperti mudah marah, cemas, dan kurang sabar.

Selain itu, paparan terhadap konten yang tidak sesuai usia dapat mempengaruhi pola pikir dan kebiasaan anak. Oleh karena itu, pengawasan terhadap jenis konten yang diakses anak menjadi hal yang sangat penting.

Hubungan Penggunaan Gadget dengan Keterlambatan Bicara

Salah satu kasus yang sering terjadi pada anak usia dini akibat penggunaan gadget secara berlebihan adalah keterlambatan kemampuan berbicara atau biasa disebut speech delay.

Beberapa tahun terakhir, angka kasus speech delay pada anak meningkat seiring dengan meningkatnya waktu penggunaan gadget di kalangan anak-anak.

Kurangnya interaksi verbal dengan orang-orang di sekitar menjadi faktor utama terjadinya keterlambatan bicara pada anak.

Anak yang terlalu sering menggunakan gadget lebih terbiasa menerima informasi secara satu arah, tanpa adanya stimulasi verbal yang cukup. Padahal, perkembangan bahasa sangat bergantung pada komunikasi dua arah yang melibatkan respons aktif antara anak dan lawan bicaranya.

Jika anak lebih sering berinteraksi dengan layar dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya, maka perkembangan bahasanya dapat mengalami keterlambatan.

Peran Pola Asuh Orang Tua dalam Mengontrol Penggunaan Gadget

Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua terhadap anak memiliki pengaruh besar terhadap pola penggunaan gadget. Pola asuh yang seimbang antara otoriter, demokratis, dan permisif dapat membantu anak memahami batasan penggunaan gadget secara lebih bijak.

Dengan memberikan aturan yang jelas serta tetap memberikan anak akses untuk bereksplorasi, orang tua dapat membantu anak dalam mengembangkan kebiasaan yang lebih sehat.

Beberapa langkah agar penggunaan gadget tidak berlebihan, orang tua bisa menerapkan langkah seperti membatasi waktu penggunaan gadget pada anak, aktif dalam mendorong kegiatan fisik dan sosial anak, mengawasi konten yang dikonsumsi anak dan memastikan bahwa anak hanya mengakses konten yang sesuai dengan usianya, orang tua juga harus menjadi teladan dengan menunjukkan pola penggunaan gadget yang seimbang.

Kemajuan teknologi membawa berbagai manfaat, tetapi juga menimbulkan tantangan baru, terutama dalam pola asuh anak.

Penggunaan gadget pada anak usia dini harus diawasi dengan bijak agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, dan kesehatan mereka. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan anak terkait penggunaan gadget dengan menerapkan batasan yang jelas dan mendorong interaksi sosial yang lebih aktif.

Dengan pendekatan yang seimbang, anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif tanpa mengorbankan perkembangan mereka di aspek lain.***

 

Angely Martsya, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here