Saturday, 5 April 2025
HomeBeritaEvolusi Pemasan: dari Media Konvensional ke Media Digital

Evolusi Pemasan: dari Media Konvensional ke Media Digital

Bogordaily.net – Era digitalisasi memberikan transparansi terhadap sebuah perubahan pada berbagai aspek, termasuk dunia bisnis. Transformasi digital memungkinkan sebuah perusahaan untuk menjangkau target pasar yang lebih luas dengan cara kerja yang efektif dan efisien.

Digitalisasi memperbesar peluang kemudahan bagi perusahaan untuk memanfaatkan strategi pemasaran yang fleksibel berdasarkan tren pasar yang terus berkembang.

Teknologi internet dan kecerdasan buatan menjadi salah satu faktor utama dalam berinteraksi dengan pelanggan dan menyesuaikan strategi pemasaran dijalankan.

Memasuki ranah bisnis, strategi pemasaran merupakan salah satu penunjang yang utama. Pemasaran memainkan peran penting dalam dunia bisnis untuk membantu sebuah perusahaan dalam mencapai target penjualan dan keuntungan yang ditentukan.

Seiring dengan perkembangan zaman yang beriringan bersama digitalisasi, strategi pemasaran perlahan-lahan mengalami perubahan dari media konvensional beralih ke media digital.

Jika sebelumnya perusahaan mengandalkan iklan cetak dan televisi untuk promosi, kini mereka lebih banyak menggunakan media digital seperti media sosial, mesin pencari, dan platform e-commerce.

Bagi suatu perusahaan, meningkatkan sebuah pemahaman mengenai pemasaran di era digital ini merupakan aspek penting guna mempertahankan kemampuan dalam beradaptasi dan bersaing.

Perusahaan yang tidak dapat beradaptasi terhadap teknologi digital beresiko kehilangan pangsa pasar yang besar, terutama dalam jangkauan media digital mengingat maraknya penggunaan internet dan perangkat mobile oleh konsumen.

Media Konvensional sebagai Media Promosi

Sebelum memasuki era digital, media konvensional seperti televisi, radio, surat kabar, brosur, dan majalah menjadi media utama pemasaran.

Dalam beberapa dekade sebelumnya, media konvensional berperan besar dalam meningkatkan pembelian produk karena jangkauannya yang luas dan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang diterbitkan.

Media konvensional mulai digunakan sebagai alat pemasaran utama sejak awal abad ke-20, dengan puncaknya terjadi pada tahun 1950-an hingga 1990-an.

Pada periode ini, surat kabar, majalah, radio, dan televisi menjadi platform utama bagi perusahaan untuk mempromosikan produk dan layanan mereka (Kotler & Keller, 2016).

Media konvensional memiliki keterbatasan, seperti biaya produksi yang tinggi, waktu distribusi yang lama, dan kesulitan dalam mengukur efektivitas kampanye pemasaran.

Selain itu, terjadi sebuah perubahan pada akhir 1990-an dan awal 2000-an dengan munculnya internet dan media digital yang secara bertahap menggantikan media konvensional sebagai metode pemasaran utama.

Peralihan kebiasaan masyarakat dalam mengkonsumsi berita dan informasi secara digital mengakibatkan industri media konvensional mengalami penurunan signifikan dalam jumlah pembaca dan pengiklan.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Nielsen Indonesia, total jangkauan iklan mengalami penurunan sebesar 25% menjadi Rp 3,5 triliun pada minggu ketiga Bulan April 2020 yang menunjukkan adanya pergeseran dari media tradisional ke media digital.

Hal ini menandakan bahwa pemasaran melalui media konvensional semakin berkurang efektivitasnya di tengah berkembangnya platform digital.

Perkembangan Pemasaran Media Digital

Seiring dengan meningkatnya akses dan pengguna internet, pemasaran digital mulai dikenal sebagai strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien.

Website, media sosial, dan email menjadi wadah utama bagi sebuah perusahaan dalam menjangkau target audiens yang telah ditentukan. Pemanfaatan digital marketing menciptakan kemampuan sebuah perusahaan dalam menjangkau pelanggan dengan ranah lebih luas, personal, dan interaktif.

Awal pengenalan media digital terjadi pada dekade 2000-an yang ditandai dengan munculnya Google Ads pada tahun 2000 dan Facebook Ads pada tahun 2007.

Lalu, terjadi perkembangan signifikan setelah smartphone dan media sosial mencapai tingkat kepopulerannya pada tahun 2010 yang membuka jalan terhadap strategi pemasaran digital.

Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok memberikan dampak besar terhadap strategi pemasaran modern dengan memungkinkan interaksi langsung antara merek dan konsumen.

Kemampuan dalam memahami algoritma pada pemasaran digital mendorong pada tingkatan wawasan yang lebih mendalam, terutama dalam menganalisis perilaku pelanggan.

Dengan alat seperti Google Analytics, Facebook Ads Manager, dan email tracking, bisnis dapat memonitor efektivitas kampanye mereka secara real-time, menyesuaikan strategi berdasarkan data, dan meningkatkan efisiensi pemasaran.

Iklan digital menawarkan kemampuan untuk menganalisis perilaku konsumen secara real-time, memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan strategi pemasaran mereka dengan lebih efektif.

Influencer marketing juga muncul sebagai strategi baru, di mana bisnis bekerja sama dengan individu yang memiliki pengaruh besar di media sosial untuk mempromosikan produk atau layanan mereka.

Hal ini berbeda dengan iklan di media konvensional, yang memiliki keterbatasan dalam hal jangkauan dan pengukuran efektivitas.

Perbandingan Efektivitas Media Konvensional dan Media Digital

Pemanfaatan pemasaran konvensional dan digital menunjukkan perbedaan mencolok dalam berbagai aspek, salah satunya adalah jangkauan.

Media digital memungkinkan capaian pemasaran global dalam waktu singkat, sedangkan jangkauan pada media konvensional hanya terbatas pada satu wilayah tertentu.

Digital marketing memungkinkan pengukuran data yang lebih akurat, seperti jumlah klik, tayangan, dan konversi. Sementara itu, efektivitas pemasaran konvensional sulit diukur secara langsung.

Pada suatu perbandingan, perdebatan mengenai biaya selalu menjadi topik utama. Pemasaran digital lebih hemat biaya dibandingkan media konvensional.

Perusahaan dapat menargetkan audiens tertentu untuk efisiensi yang lebih baik dengan biaya produksi yang lebih rendah.

Selain itu, dalam produksinya, peluang perusahaan dalam berkomunikasi langsung dengan pelanggan lebih besar dalam pemasaran digital dengan membuka opini publik melalui komentar, pesan, atau ulasan.

Evolusi pemasaran dari media konvensional ke media digital menunjukkan performa teknologi dalam membawa perubahan pada aspek bisnis.

Penting bagi perusahaan untuk melek terhadap digitalisasi untuk mempertahankan posisinya dalam beradaptasi dan bersaing.

Seiring dengan perkembangan zaman, pemasaran digital menjadi hal utama dalam strategi bisnis. Pemanfaatan  media digital secara efektif dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan, memperluas pasar, dan mengoptimalkan biaya pemasaran.

Pada era modern ini, pembekalan dalam teknologi digital dan strategi pemasaran yang inovatif menjadi langkah penting bagi dunia bisnis, terutama pemasaran.

 

Zidny Khanza Adzania, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here