Friday, 4 April 2025
HomeBeritaGetaran Musik Kota Kembang: Perjalanan dari Cicurug untuk Malam yang Tak Terlupakan

Getaran Musik Kota Kembang: Perjalanan dari Cicurug untuk Malam yang Tak Terlupakan

Bogordaily.net – Mentari pagi menyapa dengan hangat, seolah tahu bahwa hari ini adalah hari yang dinanti-nantikan. Cicurug, kota kecil tempatku bermukim, akan menjadi saksi bisu dimulainya petualangan mengejar nada di Kota Kembang, Bandung. Bukan sekadar jalan-jalan biasa, kali ini ada panggilan konser yang tak bisa diabaikan. Sepeda motor setia menanti, siap mengantar menembus jarak dan waktu demi sebuah pengalaman tak terlupakan.Tujuan pertama bukan Bandung, melainkan Sukabumi. Perut perlu diisi sebelum menempuh perjalanan panjang. Bubur ayam di depan Kampus IPB Sukabumi menjadi pelabuhan pertama sebelum nada mulai bergema.

Pagi di Cicurug terasa begitu istimewa. Aroma kopi hangat menemani persiapan terakhir, memastikan semua perlengkapan konser dan perjalanan aman tersimpan. Mesin motor dihidupkan, memecah keheningan pagi dengan suara yang khas. Helm terpasang, jaket dikenakan, dan bismillah terucap, petualangan pun dimulai. Perjalanan menuju Sukabumi ditempuh dengan santai. Udara segar pagi hari membelai wajah, membangkitkan semangat. Sesampainya di depan Kampus IPB Sukabumi, warung bubur ayam sudah ramai dikerumuni pembeli. Semangkuk bubur ayam hangat dengan taburan melimpah menjadi sarapan yang sempurna. Rasa gurih dan tekstur lembut bubur berpadu dengan renyahnya kerupuk, memberikan energi untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah perut terisi penuh, perjalanan dilanjutkan menuju Bandung. Cuaca hari itu sangat mendukung, langit biru cerah tanpa awan sedikit pun. Pemandangan di sepanjang jalan

memanjakan mata, hamparan sawah hijau yang luas, perbukitan yang menawan, dan udara segar pegunungan. Semua itu membuat perjalanan terasa menyenangkan dan tidak membosankan.

Namun, kali ini ada yang berbeda. Semangat untuk segera sampai di Bandung semakin membara. Bukan hanya untuk menikmati keindahan kota atau berburu kuliner, tetapi untuk menyaksikan konser band-band favorit yang sudah lama dinantikan.Tak terasa, Cimahi sudah di depan mata. Di sana, seorang teman lama sudah menunggu untuk bersilaturahmi. Singgah sejenak di rumahnya, bertukar cerita, dan melepas rindu adalah agenda yang tak boleh dilewatkan. Obrolan hangat dan canda tawa membuat waktu berlalu begitu cepat.

Setelah cukup beristirahat dan melepas rindu, perjalanan dilanjutkan menuju Bandung. Waktu sudah menunjukkan siang hari, namun semangat untuk segera sampai di lokasi konser semakin membara.Setibanya di Bandung, langsung terasa atmosfer yang berbeda. Kota ini selalu hidup dan dinamis, dengan berbagai macam aktivitas dan hiburan. Setelah memarkirkan motor dengan aman, tujuan pertama adalah mencari kuliner khas Bandung yang sudah lama diidam-idamkan, seblak!

Berbekal rekomendasi dari teman, saya menuju sebuah warung seblak di daerah Sarijadi, yang ada di Kota Kembang. Katanya, di sana adalah salah satu tempat makan seblak yang paling enak di Bandung. Setelah mencoba, ternyata benar! Rasa pedas, gurih, dan segar dari seblak membuat lidah bergoyang dan ketagihan.Setelah puas menikmati seblak, petualangan di Bandung belum berakhir. Kali ini, saya menuju Jalan Braga untuk berswafoto dengan latar belakang bangunan-bangunan tua yang ikonik. Arsitektur bergaya Eropa klasik membuat jalan ini terlihat unik dan menarik.

Setelah puas berswafoto, saya menuju rumah seorang teman di Bandung. Kami sudah berjanji untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama sebelum konser dimulai. Setibanya di rumah teman, kami langsung berpelukan dan bercerita tentang banyak hal. Kemudian kami memutuskan untuk pergi ke Gramedia Merdeka, toko buku pertama di Bandung. Di sana, kami menghabiskan waktu untuk melihat-lihat buku dan membaca. Setelah merasa lapar, kami membeli makanan berat di sekitar Gramedia dan membawanya ke rumah teman untuk dimakan bersama atau “botram”, seperti yang biasa dilakukan di Cicurug.

Setelah beristirahat dan bersiap-siap, akhirnya saat yang dinanti-nantikan tiba. Kami berangkat menuju lokasi konser. Suasana di lokasi konser sudah sangat ramai dan meriah. Banyak orang yang datang untuk menyaksikan penampilan band-band favorit mereka. Konser dimulai dari siang hingga malam hari. Band-band lokal Bandung, Efek Rumah Kaca, The Adams, dan masih banyak lagi tampil memukau di atas panggung. Kami bernyanyi, berjoget, dan melompat bersama ribuan penonton lainnya. Malam itu, energi dan semangat berkumpul menjadi satu, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Setelah konser selesai, kami kembali ke rumah teman untuk beristirahat. Rasa lelah setelah seharian beraktivitas dan menonton konser terasa sangat nikmat. Keesokan harinya, sebelum kembali ke Cicurug, saya tak lupa membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Perjalanan dari Cicurug ke Bandung untuk mengejar konser ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Mulai dari menikmati bubur ayam di Sukabumi, bersilaturahmi dengan teman di Cimahi, berburu kuliner seblak yang lezat, berswafoto di Jalan Braga, hingga menonton konser band-band favorit. Bandung memang selalu punya cara untuk membuat rindu dan ingin kembali lagi. Sampai jumpa lagi, Kota Kembang!***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here