ADVERTISEMENT

Thursday, 3 April 2025
HomeTravellingLiburan keluarga yang Berakhir tak terduga Di Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi

Liburan keluarga yang Berakhir tak terduga Di Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi

Bogordaily.net – Berkumpul dengan keluarga besar adalah momen yang paling ditunggu-tunggu, terutama di saat menjelang hari raya. Di tengah kesibukan masing-masing, menemukan waktu untuk bepergian bersama menjadi hal yang langka, tetapi sangat berharga. Momen ini bukan hanya tentang melepas penat, tetapi juga mempererat hubungan antar anggota keluarga.

ADVERTISEMENT

Satu bulan sebelum Lebaran, di rumah nenek, terdengar obrolan santai antara tante-tanteku. Pembahasan ringan yang berubah menjadi serius, tentang liburan keluarga tahun ini. “Liburan kemana ya kita tahun ini?” tanya salah satu tanteku, yang membuka percakapan pertama. Beberapa usulan mulai muncul, dari pengunungan hingga pantai. Setelah perdebatan kecil dan pertimbangan matang, akhirnya kami sepakat memilih Pelabuhan Ratu, Sukabumi yang akan menjadi tujuan liburan kami kali ini.

Keputusan ini disambut dengan antusias.  Mulai membahas hal apa saja yang perlu di perbincangkan lebih lanjut, dari menentukan jumlah mobil yang dibutuhkan, apa saja yang harus di bawa, hingga memilih penginapan terbaik. Semua di bahas dengan penuh semangat. Hingga akhir nya kami sepakat untuk menginap di salah satu villa yang ada di daerah sana, Villa Sunset 77, sebuah tempat yang menawarkan pemandangan langsung ke laut sesuai apa yang di lihat oleh tante ku di internet.

ADVERTISEMENT

Waktu pun berjalan, hingga tibalah awal Maret, saat nya para anggota keluarga menyesuaikan jadwal cuti dan berkumpul di rumah nenek kembali. Kami memutuskan berangkat pada hari Sabtu Pagi.

ADVERTISEMENT

Sehari sebelumnya, suasana rumah begitu ramai dan penuh kehangatan, Ayahku yang datang dari Bekasi sudah lebih dulu tiba, begitu pun tanteku yang jauh-jauh datang dari Palembang, sementara tiga tanteku lainnya, yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan rumah nenek, hanya menyesuaikan diri.

Malam itu, rumah nenek dipenuhi gelak tawa. Anak-anak kecil berlarian ke sana kemari, sementara yang dewasa berbincang seru. Obrolan ringan tentang perjalan esok hari pun semakin menambah rasa antusias. “Jangan lupa bawa obat anti mabuk ya, perjalanan kita lumayan jauh” ujar salah satu tanteku yang mengingatkan.

Sabtu pagi menuju Pelabuhan Ratu, Sukabumi menjadi awal perjalan kami. Tiga mobil keluarga beriringan meninggalkan Bogor. Aku duduk di dalam mobil bersama keluarga kecilku, menikmati perjalanan yang masih terasa segar.

Di dalam mobil, suasana begitu menyenangkan. Lagu-lagi dari layar kecil berbentuk kotak menemani perjalanan kami, hingga obrolan santai dengan ayah dan ibu pun mengalir begitu saja. Adik kecil ku selalu energik membuat kamu tertawa dengan tingkah lakunya yang lucu.

Namun, keceriaan di dalam mobil sedikit meredup ketika kami merasakan kemacetan panjang di jalan tol. Mobil pun melaju lambat, antrean panjang kendaraan membuat perjalan menjadi terasa lebih melelahkan. Aku pun memutuskan untuk tidur sejenak, berharap terbangun kami sudah lebih dekat dengan tujuan.

Beberapa saat kemudian, ketika membuka mata, aku melihat bahwa kami hampir keluar dari Tol Sukabumi. Namun, perjalanan masih cukup panjang. Perjalanan pun berubah, dari jalur lebar menjadi lebih sempit dengan tanjakan curam dan tikungan tajam.

Meski melelahkan, pemandangan di sepanjang perjalanan cukup menghibur. Kami melewati daerah perbukitan dengan kabut tipis yang menyelimuti pohon-pohon besar. Di sisi jalan, banyak terlihat pegangan yang menjual oleh oleh khas Sukabumi seperti Mochi, Sagon, dan Keripik Pisang.

Perjalanan semakin menantang, kami memilih jalur yang cepat tetapi ekstrem. Jalanan semakin menanjak dan di kelilingi pohon yang lebat. Beberapa kali kami juga melihat banyak monyet yang berkeliaran di pinggir jalan, mencari makanan berharap para pelintas jalan memberi nya makanan.

Setelah perjalanan panjang itu, akhirnya kami tiba di Villa Sunset Plaza 77. Begitu turun dari mobil, angin laut langsung menyapa kami. Hijabku berkibar di terpa angin, sementara suara deburan ombak terdengar begitu jelas. Adik kecil ku langsung berteriak kegirangan, berlari kecil menuju pemandangan laut itu. Sementara itu, sepupu sepupuku sibuk mengeluarkan ponsel mereka untuk langsung mengabadikan momen di pantai itu.

Villa tempat kami menginap benar-benar nyaman. Dengan desain bernuansa Bali, terlihat dari pintu masuk nya yang terbuat dari kayu jati. Setiap kamar juga memiliki fasilitas yang lengkap, termasuk AC dan kamar mandi pribadi.

Sore harinya, kami pergi ke pantai yang berada tepat di depan villa kami. Langit di sana terlihat mendung, tetapi semangat kami untuk bermain di pantai tetap tinggi. Kami bermain pasir, membangun istana pasir, serta membuat karakter hewan dengan cetakan yang sudah di beli sebelum kami datang ke villa itu, kami sangat mempersiapkan itu.

Di sepanjang pantai, terdapat penyewaan kuda. Dengan harga Rp50.000, kami bisa menikmati sensasi menunggang kuda di tepi pantai. “Ayo coba naik kuda” ajakku pada saudara sepupu ku. Kami pun bergantian menaiki kuda dan tak lupa mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel.

Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Tiba-tiba hujan turun, membuat kami berlari ke kecil menuju villa.

Malam harinya, suasana berubah drastis. Ombak yang tadinya tenang kini bergulung besar. Angin begitu kencang, dan suara petir bersahutan di langit gelap. Dari dalam villa, suara ombak yang menghempas pantai terdengar begitu keras, bahkan teraa begitu menyeramkan.

Kami berkumpul di ruang tengah, membuat minuman hangat untuk menghangatkan tubuh. Dalam suasana yang sedikit cemas, kami mulai berdiskusi apakah sebaiknya kami pulang lebih awal. “Ombak semakin besar, besok kita pulang saja pagi pagi” ujar salah satu om ku. Semua sepakat bahwa keselamatan lebih penting, meskipun sedikit kecewa karena liburan harus berakhir begitu cepat.

Malam itu, tidur pun terasa lebih sulit. Suara ombak terus mengema, membuat kami merasa tak tenang.

Pagi harinya, kami mulai berkemas menyiapkan tas untuk di masukkan ke dalam mobil. Ombak saat itu, tampak terasa lebih tenang dibandingkan semalam. Tetapi, angin masih berhembus kencang. Kami pun segara meninggalkan villa itu.

Sebelum kembali ke Bogor, kami sempat singgah ke sebuah restoran seafood di daerah Pelabuhan Ratu. Hidangan laut segar, seperti udang, kerang dan ikan bakar tersaji di meja makan kami. Masih sama dengan villa tempat penginapan kami. Restoran ini pun menyuguhkan pemandangan yang langsung terlihat ke arah pantai. Di tengah makan kami, ombak kembali membesar, seakan ingin menelan restoran yang sedang kami singgahi.

Kami pun segera menyelesaikan makanan dan mempercepat kepulangan. Sesampainya kami di Bogor, kami langsung beristirahat. Namun, saat menyalakan televisi, sebuah berita mengejutkan muncul dari Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Pantai tersebut mengalami banjir rob.

Rasa syukur langsung menyelimuti hati kami. Keputusan untuk pulang lebih awal ternyata menyelamatkan kami dari kemungkinan terjebak dalam bencana alam.

Liburan kali ini memberikan pelajaran berharga. Selain kebersamaan yang tak ternilai, kami juga belajar bahwa alam bisa berubah dalam waktu yang cepat. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.

Meskipun perjalanan ini berakhir lebih cepat dari perencanaan, pengalaman dan kenangan yang kami dapatkan akan selalu tersimpan dalam ingatan.***

 

Egialipamana Ramdini Sitepu

 (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here