Bogordaily.net – Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat diminati oleh banyak masyarakat karena keindahannya. Maka dari itu, aku beserta keluargaku memutuskan untuk berangkat berwisata ke Pulau Nusa Tenggara Timur, khususnya Kecamatan Labuan Bajo.
Kami sekeluarga memutuskan untuk berlibur di sana beberapa hari. Perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Komodo Labuan Bajo ditempuh selama dua jam lebih.
Sesampainya kami di bandara dan setelah kami mengambil semua barang yang kami bawa, kami pun menggunakan taxi untuk menuju ke hotel tempat kami akan menginap.
Kami memilih Bintang Flores Hotel sebagai tempat kami menginap dikarenakan letaknya yang langsung dekat dengan laut dan pantai.
Kami sangat senang, karena kamar yang kami dapatkan berhadapan langsung dengan laut, sehingga kami disuguhkan pemandangan laut dan berbagai kapal yang dapat memanjakan mata. Pada malam hari, kami semua hendak untuk mencari makan.
Namun, kami baru mengetahui, bahwa di Labuan Bajo belum tersedia layanan taxi online. Hal itulah yang menjadi hambatan bagi kami selama disana, yaitu susahnya berpergian dikarenakan kami terbiasa untuk memesan taxi online untuk memudahkan perjalanan kami pada saat di Jakarta.
Walaupun tidak ada taxi online, namun banyaknya taxi yang dapat kami pakai disana, hanya saja kami sulit untuk membedakan taxi dan non taxi. Setelah menunggu setengah jam, akhirnya kami mendapatkan layanan taxi dibantu oleh pihak penginapan kami.
Setelah bertanya mengenai informasi tempat makan yang enak di Labuan Bajo dari driver yang membawa kami dan beliau bilang Labuan Bajo juga terkenal dengan makanan laut mereka, akhirnya kami pun diarahkan ke tempat makan-makanan laut.
Tempat yang kami datangi bukanlah restoran tertutup, melainkan restoran terbuka, konsepnya mirip dengan food court hanya saja semuanya makanan laut. Uniknya, disana mereka tidak menyajikan makanan secara langsung, justru mereka menyajikan binatang laut yang masih belum diolah, seperti ikan, kerrang, cumi, lobster, udang, dan masih banyak lagi.
Sistemnya adalah kami dapat memilih apa saja yang ingin kami makan dan para penjualnya akan mengolah menjadi masakan, dengan kata lain kami mendapatkan makanan yang masih fresh.
Kami pun akhirnya makan dengan pemandangan laut yang indah. Pada saat kami pulang, kami merasa kebingungan dikarenakan kami sulit untuk menemukan taxi yang dapat mengantar kami pulang.
Disela kebingungan kami, kami bertanya kepada salah satu masyarakat yang sedang bersantai di sana dimana kami dapat menemukan taxi. Berita bagusnya, beliau langsung menawarkan untuk mengantarkan kami Kembali ke penginapan.
Seperi yang tadi aku katakana, kami tidak dapat membedakan taxi dan non taxi karena tidak ada tanda sama sekali, sehingga kami sekeluarga mengira bahwa beliau merupakan driver taxi. Sesampainya kami di penginapan, kami bingung dikarenakan beliau tidak mau menerima pembayaran untuk perjalanan pulang kami.
Setelah kami bertanya alasan beliau menolak pembayarannya karena baliau sebenarnya bukan driver taxi, beliau hanya merasa ingin membantu kami untuk kembali ke penginapan. Setelah mengucapkan terimakasih, kami pun Kembali ke kamar kami.
Keesokan harinya, aku dan keluargaku sudah memesan trip satu hari perjalanan untuk berwisata di Labuan Bajo. Kami sudah di lobby hotel bertepatan saat mobil yang menjemput kami datang. Hari itu sangat cerah, memberikan kami pertanda baik untuk menggunakan
jalur laut. Sesampainya kami di Pelabuhan, kami diarahkan untuk menaiki kapal yang akan membawa kami ke empat destinasi wisata. Destinasi pertama yang kami tuju, yaitu Pulau Padar. Pulau ini dikenal dengan tangganya yang begitu banyak jumlahnya dengan kira-kira 800 anak tangga.
Tidak dapat dipungkiri, laut disana sangat bening dan bersih, sehingga kami dapat melihat berbagai Binatang laut yang berenang. Setelah melewati ratusan anak tangga, lelah kami dibayar oleh pemandangan yang sangat indah pada saat kami sampai di paling atas.
Destinasi kedua, kami menuju Pink Beach atau Pantai Pink. Alasan diberikan nama Pink Beach, adalah karena pasir yang berada di pantai tersebut berwarna pink dikarenakan banyak terumbu karang yang hancur dan akhirnya serpihan terumbu karang menyatu dengan pasir yang berada di pantai tersebut.
Kami diberi waktu sekitar satu sampai dua jam untuk mengabadikan foto kami disana. Dikarenakan Pink Beach tidak terlalu besar bahkan tergolong kecil, maka aku dan keluargaku hanya menghabiskan waktu sekitar satu jam setengah dan sisa waktu kami gunakan untuk bersantai di salah satu warung yang berada di sana.
Setelah kami kembali ke kapal, destinasi kami selanjutnya adalah Pulau Kanawa. Namun sayangnya kami tidak dapat turun pada saat kami sampai di Pulau Kanawa dikarenakan pada saat itu, air laut sedang naik disana, sehingga sulit bagi kami untuk turun ke Pulau Kanawa.
Namun, kami diberikan waktu setengah jam apabila kami ingin berenang disana. Selanjutnya kami diberikan waktu untuk snorkling selama satu jam lebih. Dengan didampingi oleh pendamping dan alat snorkling yang professional, kami dapat melihat berbagai jenis ikan serta binatang laut yang indah.
Destinasi terakhir, yaitu Pulau Komodo. Pada saat rombongan kami sampai disana, ternyata banyak rombongan lain pula yang sedang mengunjungi Pulau Komodo. Maka dari itu, kami harus menunggu giliran rombongan kami untuk memutari pulau tersebut.
Setelah menunggu 40 menit, akhirnya rombongan kami didatangi oleh pemandu wisata khusus Pulau Komodo untuk menemani kami selama disana. Saat kami masuk, banyak tanda hati-hati yang harus kami patuhi disana.
Selama memandu kami, pemandu tersebut menjelaskan mengenai berbagai macam hal tentang Binatang Komodo. Pada awalnya, kami tidak menemukan hewan Komodo sama sekali, sehingga pemandu wisata tersebut berinisiatif untuk membuat pancingan agar Komodo keluar.
Setelah dipancing akhirnya kami dapat melihat tidak hanya satu hewan Komodo, melainkan tiga hewan komodo secara langsung! Selain itu, kami juga melihat babi hutan disana. Setelah selesai dari Pulau Komodo, akhirnya kami Kembali ke pelabuhan kira-kira 16.00 WITA.
Sesampainya kami di pelabuhan, waktunya pas sekali dengan dibukanya restoran yang kami kunjungi tadi malam. Maka dari itu kami memutuskan makan di sana lagi sebagai penutup kegiatan kami hari itu. Setelah selesai makan, kami memutuskan untuk berjalan kaki untuk Kembali ke penginapan. Dalam waktu setengah jam sampai empat puluh menit, kami pun sampai di penginapan kami.
Pengalaman di Labuan Bajo sangat berharga untukku pribadi. Banyak keindahan dari Labuan Bajo yang membekas di hatiku. Selain keindahannya, keramahan warga di sana membuat aku merasa nyaman disana. Hal inilah yang membuatku ingin kembali lagi ke sana. Aku berharap kami dapat kembali lagi kesana dan suasana yang aku rasakan dahulu tidak berganti.***
Yakhin Alexa Najeges
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media