ADVERTISEMENT

Monday, 31 March 2025
HomeTravellingPantai Tersembunyi di Lampung

Pantai Tersembunyi di Lampung

Bogordaily.net – Liburan semester kuliah akhirnya usai, menandai berakhirnya masa rehat dari kesibukan akademik yang selama ini menyita perhatian. Pada liburan semester tiga kali ini, saya memutuskan untuk pulang ke rumah di Lampung, sebuah keputusan yang telah lama saya nantikan.

ADVERTISEMENT

Rasa rindu yang selama ini terpendam akhirnya bisa terobati dengan kembali ke kampung halaman, tempat di mana banyak kenangan indah tersimpan.

Dalam hati, perasaan bahagia membuncah saat membayangkan momen kebersamaan dengan keluarga, terutama karena liburan kali ini bertepatan dengan perayaan tahun baru.

ADVERTISEMENT

Menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta serta merasakan kembali rutinitas harian di rumah adalah sesuatu yang sangat saya rindukan setelah berbulan-bulan merantau demi menempuh pendidikan.

ADVERTISEMENT

Sebagai bagian dari tradisi keluarga, setiap tahun baru kami selalu mengadakan perjalanan wisata ke pantai.

Rumah kami yang terletak di daerah pegunungan membuat perjalanan menuju pantai menjadi pengalaman yang istimewa, karena memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan dengan suasana sehari-hari di rumah.

Udara sejuk pegunungan berganti dengan semilir angin laut, suara gemuruh ombak, dan hamparan pasir yang luas. Pada tanggal 1 Januari, kami sekeluarga dengan penuh semangat mempersiapkan perjalanan ini.

Tidak hanya keluarga inti yang ikut serta, tetapi juga beberapa tetangga yang sudah menjadi bagian dari keluarga besar kami.

Karena jumlah rombongan yang cukup banyak, kami pun memutuskan untuk menyewa mobil agar perjalanan lebih nyaman dan semua orang bisa menikmati liburan bersama tanpa harus berdesakan di kendaraan pribadi.

Selain faktor kenyamanan, menyewa mobil juga menjadi pilihan yang tepat mengingat jarak antara rumah kami dan Pantai Muara Indah yang cukup jauh, yaitu sekitar 60 km.

Sebelum berangkat, kami sudah menyiapkan berbagai macam bekal untuk memastikan perjalanan berjalan lancar tanpa hambatan.

Kami membawa makanan untuk makan siang dan makan sore, sehingga tidak perlu khawatir jika nanti sulit menemukan tempat makan yang sesuai dengan selera di perjalanan.

Selain itu, aneka camilan ringan juga kami siapkan untuk menemani perjalanan panjang, menciptakan suasana yang lebih seru dan menyenangkan.

Sepanjang perjalanan, tawa dan cerita-cerita ringan mengalir tanpa henti, membuat perjalanan terasa lebih singkat dan menyenangkan meskipun jaraknya cukup jauh.

Awalnya, kami berencana mengunjungi Pantai Terbaya di Kabupaten Tanggamus, Lampung, seperti yang telah menjadi kebiasaan di tahun-tahun sebelumnya.

Namun, kali ini kami ingin mencoba sesuatu yang berbeda dengan mencari destinasi baru yang belum pernah kami kunjungi.

Salah satu bapak dalam rombongan kami pun berinisiatif untuk menghubungi saudaranya yang tinggal di daerah Tanggamus guna meminta rekomendasi pantai yang menarik.

Dari hasil percakapan tersebut, kami mendapatkan informasi mengenai Pantai Muara Indah, sebuah pantai yang letaknya tidak jauh dari Pantai Terbaya dan berdekatan dengan dermaga serta pasar ikan.

Dengan penuh antusias, kami pun mengubah tujuan perjalanan dan berangkat menuju Pantai Muara Indah. Meskipun sempat mengalami sedikit kesulitan dalam menemukan lokasi pantai tersebut, bantuan dari maps serta petunjuk dari penduduk setempat akhirnya membawa kami ke tujuan.

Sesampainya di sana, kami langsung disambut oleh keindahan alam yang begitu memukau. Harga tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp5.000 per orang, menjadi salah satu daya tarik utama pantai ini, menjadikannya destinasi wisata yang ramah di kantong namun tetap menyuguhkan pengalaman yang luar biasa.

Pantai Muara Indah benar-benar sesuai dengan namanya—keindahannya begitu memanjakan mata dan menenangkan jiwa. Hamparan pasir putih yang lembut berpadu dengan air laut yang tenang menciptakan suasana yang damai.

Garis pantai yang menjorok ke arah selatan semakin memperindah panorama alamnya, terlebih dengan deretan pohon kelapa yang melambai-lambai tertiup angin.

Yang membuat pantai ini semakin unik adalah keberadaan hulu sungai yang langsung mengalir ke laut, menciptakan kombinasi pemandangan yang jarang ditemukan di pantai-pantai lain.

Selain keindahan alamnya, suasana di Pantai Muara Indah semakin menarik dengan keberadaan kapal-kapal nelayan serta kapal besar yang bersandar di sekitar dermaga.

Kehadiran kapal-kapal tersebut justru menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, menciptakan pemandangan yang berbeda dari pantai biasa.

Fasilitas yang tersedia di pantai ini pun cukup lengkap, mulai dari area taman yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai, hingga berbagai warung makanan yang menjual aneka kuliner khas daerah.

Saya pun tak melewatkan kesempatan untuk membeli beberapa jajanan dan suvenir, termasuk manik-manik unik sebagai kenang-kenangan dari perjalanan ini.

Hari itu benar-benar terasa istimewa. Suasana pantai yang nyaman, kebersamaan dengan keluarga dan tetangga, serta momen menikmati indahnya alam membuat perjalanan ini begitu berkesan.

Rasanya, liburan semester ini menjadi salah satu yang paling membahagiakan karena penuh dengan pengalaman baru yang menyenangkan.

Keindahan Pantai
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan dari Kabupaten Pringsewu menuju Kabupaten Tanggamus, kami akhirnya tiba di Pantai Muara Indah dengan perasaan gembira dan antusias.

Perjalanan yang kami tempuh selama lebih dari satu jam itu terasa begitu berharga ketika kami melihat hamparan pantai yang indah membentang di hadapan kami.

Setelah sejenak menikmati pemandangan dan menghirup udara segar khas pantai, kami pun memutuskan untuk segera menyantap bekal yang telah kami siapkan dari rumah.

Kami memilih tempat yang nyaman di tepi pantai, di bawah rindangnya pohon kelapa yang memberikan sedikit keteduhan dari sengatan matahari siang.

Suasana makan bersama ini terasa semakin istimewa karena diiringi oleh hembusan angin laut yang sepoi-sepoi serta suara deburan ombak yang menenangkan.

Kami menggelar tikar di atas pasir, menyusun berbagai macam hidangan yang telah kami bawa, mulai dari nasi, lauk-pauk, sambal, hingga aneka camilan dan minuman segar.

Makan di tempat terbuka dengan pemandangan laut yang menakjubkan benar-benar memberikan kenikmatan tersendiri, jauh berbeda dibandingkan makan di rumah atau restoran.

Tak hanya sekadar menikmati makanan, kami juga mengisi waktu dengan berbagai aktivitas menyenangkan lainnya.

Beberapa anggota keluarga membawa alat musik sederhana, seperti gitar dan cajon, sehingga setelah makan siang, kami bernyanyi bersama, menciptakan suasana yang semakin hangat dan penuh kebersamaan.

Lagu-lagu yang kami mainkan membuat banyak pengunjung di sekitar kami ikut menikmati alunan musik yang terdengar merdu.

Selain itu, karena waktu sudah memasuki siang hari, beberapa anggota keluarga menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah di fasilitas musala yang telah disediakan di area pantai.

Fasilitas ini cukup nyaman dan bersih, membuat kami semakin bersyukur karena dapat berwisata tanpa harus melupakan kewajiban ibadah.

Pantai Muara Indah pada hari itu tampak cukup ramai. Tidak hanya keluarga kami yang memilih untuk berlibur di sini, tetapi juga banyak keluarga lain yang datang untuk menikmati suasana pantai yang indah.

Keramaian ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan mengingat tanggal 1 Januari merupakan hari libur nasional, di mana banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga maupun kerabat.

Meskipun ramai, suasana tetap terasa nyaman karena area pantai cukup luas untuk menampung banyak pengunjung. Kami bahkan sempat berkenalan dengan beberapa keluarga lain dan ikut bernyanyi bersama mereka saat makan siang.

Setelah puas menikmati makan siang dan menghabiskan waktu dengan bermain musik serta beristirahat sejenak, akhirnya momen yang paling dinantikan tiba—berenang di laut.

Saya bersama beberapa anggota keluarga dan tetangga dengan penuh semangat bergegas menuju air laut yang tampak begitu jernih dan menenangkan. Rasa lelah setelah perjalanan panjang seolah menghilang begitu tubuh kami menyentuh air yang sejuk.

Pasir pantai yang halus serta ombak yang tidak terlalu besar membuat pengalaman berenang di sini terasa sangat nyaman dan menyenangkan. Kami bermain air, bercanda, dan sesekali berlomba berenang ke tengah, menciptakan tawa serta kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Tanpa terasa, waktu berlalu begitu cepat. Satu hingga dua jam terlewati dengan penuh keseruan. Perlahan, matahari mulai condong ke barat, menandakan bahwa hari semakin sore dan sudah waktunya untuk bersiap kembali pulang.

Namun, sebelum meninggalkan Pantai Muara Indah, kami menyempatkan diri untuk mengabadikan momen dengan berfoto bersama di beberapa sudut ikonik pantai ini.

Salah satu tempat favorit untuk berfoto adalah landmark bertuliskan nama pantai yang menjadi spot favorit para pengunjung.

Sayangnya, sore itu cuaca sedikit mendung, sehingga kami tidak dapat menyaksikan keindahan matahari terbenam yang biasanya menjadi daya tarik utama di pantai ini.

Meskipun demikian, pengalaman yang kami dapatkan sepanjang hari tetap terasa begitu berharga dan meninggalkan kesan mendalam di hati kami semua.

Dalam perjalanan pulang, kami tidak langsung kembali ke rumah. Salah satu tetangga kami memiliki saudara yang tinggal di sekitar Kabupaten Tanggamus, dan kami pun memutuskan untuk mampir ke rumahnya sebagai bentuk silaturahmi serta ucapan terima kasih atas bantuannya dalam merekomendasikan destinasi wisata ini.

Kunjungan ini menjadi momen yang hangat, di mana kami disambut dengan ramah serta disuguhkan hidangan ringan untuk mengistirahatkan tubuh sejenak setelah seharian beraktivitas di pantai. Setelah berbincang dan beristirahat beberapa saat, kami akhirnya melanjutkan perjalanan pulang.

Suasana Musim yang Tepat
Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa cukup hening. Beberapa anggota keluarga dan tetangga tampak mulai terlelap karena kelelahan setelah seharian bermain di pantai. Saya sendiri memilih untuk menikmati pemandangan di luar jendela sambil merefleksikan pengalaman menyenangkan yang baru saja kami lalui.

Saat itulah saya menyadari bahwa musim durian sedang berlangsung di Lampung, khususnya di Kabupaten Tanggamus. Di pinggir jalan, banyak pedagang durian yang menjajakan buah segar dengan aroma khas yang menggoda.

Tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini, kami pun sepakat untuk berhenti sejenak dan membeli beberapa buah durian sebagai oleh-oleh. Kami memilih durian yang matang sempua, memastikan rasanya benar-benar lezat saat nanti disantap bersama di rumah.

Akhirnya, perjalanan panjang ini pun berakhir dengan kepuasan dan kebahagiaan. Meskipun rasa lelah masih terasa, namun semua itu terbayar dengan pengalaman liburan yang luar biasa bersama keluarga dan tetangga.

Saya menyadari bahwa bukan hanya destinasi yang membuat perjalanan ini begitu berkesan, tetapi kebersamaanlah yang memberikan arti mendalam dalam setiap momen yang kami lalui.

Liburan semester kali ini benar-benar memberikan saya kesempatan untuk kembali merasakan hangatnya kasih sayang keluarga serta menikmati keindahan alam yang dimiliki tanah kelahiran saya, Lampung.

Saya pun kembali ke rumah dengan hati yang penuh rasa syukur, membawa pulang kenangan indah yang akan selalu saya ingat.***

Mirta Riski Utami, Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here